Ketik disini

Selong

Rinjani Ditutup Rp 5 Miliar Melayang

Bagikan

SELONG – Terhitung sekitar 24 hari jalur pendakian Rinjani ditutup. Sejak meletusnya Gunung Baru jari Selasa, 27 September lalu. Kondisi ini membuat pemasukan A�masyarakat yang hidup dari pendakian Rinjani lumpuh total. Sejumlah Trekking Organiser (TO) mengungkapkan miliaran lebih uang yang harusnya bisa didapatkan masyarakat melayang akibat ditutupnya jalur pendakian ini. Karenanya, mereka A�kecewa dengan sikap pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang tidak punya langkah solutif.

a�?Dalam sebulan itu, ada tiga ribu lebih pendaki asing yang menggunakan jasa TO. Kalau minimal Rp 1 juta saja biaya yang mereka keluarkan itu kan sudah Rp 3 miliar uang yang hilang. Tapi kan jumlahnya bisa sampai Rp 2 hingga 3 juta satu orang pendaki. Otomatis uang yang melayang selama pendakian ditutup itu bisa mencapai Rp 5 miliar lebih,a�? ungkap Royal Sembahulun, pemiliki TO Royal Rinjani.

Jumlah tersebut dikatakannya belum termasuk retribusi yang dibayarkan ke pihak TNGR. Itu hanya jumlah yang didapatkan oleh masyarakat yang mencari nafkah dari pendakian rinjani. Baik oleh porter, guide, transportasi, penginapan hingga penyedia jasa TO. a�?Sekarang lihat mereka itu nganggur semua. Padahal kita lihat sendiri sekarang kondisi Rinjani itu seperti apa. Semuanya baik-baik saja, pihak vulkanologi kan juga sudah memberikan rekomendasi pendakian dibolehkan dengan radius tiga kilometer,a�? sesalnya.

Yang lebih membuat para pemilik TO tidak habis pikir, pihak TNGR dikatakan membolehkan pendakian Rinjani dibuka jika mendapat rekomendasi dari bupati. Baik di wilayah Senaru maupun di wilayah Rinjani. a�?Apa hubungannya sama bupati coba? Nanti diketawain kita kalau untuk naik Rinjani harus minta rekomendasi bupati. Yang berwenang ini kan pihak TNGR,a�? ungkapnya.

Untuk itu, sejumlah masyarakat yang ada di sekitar wilayah Sembalun dan Senaru saat ini dikatakan Royal sedang melakukan komunikasi. Mereka akan meminta kepastian dari pihak vulkanologi sebagai dasar untuk meminta Rinjani dibuka. a�?Kalau memang masih terus dibiarkan ngambang seperti ini tanpa ada kepastian, ya terpaksa nanti kami akan melakukan aksi,a�? ancamnya.

Sebelumnya, Kepala TNGR Resor Sembalun Zainudin menjelaskan alasan kenapa ditutupnya secara total pendakian Rinjani. Meskipun, oleh pihak vulkanologi diberikan rekomendasi untuk pendakian tetap buka dengan radius tiga kilometer dari Gunung Baru Jari yang meletus. a�?Kami khawatirkan nanti para pendaki ini datang ke lokasi yang masuk sebagai zona waspada. Tidak ada yang bisa jamin kalau mereka tidak melakukan itu. Bahkan bisa saja nanti mereka turun ke Danau Segara Anak lokasi dekat Gunung Baru Jari,a�? kata dia.

Atas dasar demi keselamatan para pendaki itulah pihak TNGR menutup secara total jalur pendakian. Sambil menunggu rekomendasi dari vulkanologi pusat status waspada Rinjani kembali normal. a�?Kebijakan apakah dibuka atau tidak itu ada di pimpinan kami di TNGR. Kami hanya menjalankan di sini,a�? ungkap Jen, sapaan akrabnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka