Ketik disini

Giri Menang

Selamatkan Laut dengan a�?Roah Segarea�?

Bagikan

GIRI MENANG – Warga Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi menggelar adat budaya, a�?roah segarea�?, kemarin (19/10). A�Sebuah tradisi turun-temurun yang dihajatkan menolak bala, sekaligus selamatan laut agar tangkapan nelayan setempat melimpah.

Acara tersebut dipusatkan di pantai Kuranji Bangsal. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi a�?roah segarea�? ini dilaksanakan dengan melarung a�?bayang-banyanga�? (kepala sapi lengkap dengan kulit) dan penaburan bunga di tengah laut.

Bupati Lobar H Fauzan Khalid datang menyaksikan langsung acara ini. Dalam kesempatan itu, Fauzan mengungkapkan, tradisi a�?roah segarea�? tidak hanya sekadar rutinitas tahunan masyarakat Dusun Kuranji Bangsal. Namun juga sudah menjadi simbol budayaA� masyarakat Lobar yang harus dipertahankan nilai historisnya. a�?Yang paling penting bagaimana warga memaknai tradisi leluhur ini,a�? ungkapnya.

Fauzan mengatakan, ke depan guna menyambut tradisi a�?roah segarea�?, disiapkan acara yang lebih meriah dan semarak. Namun tetap tidak meninggalkan makna dari tradisi sebenarnya. a�?Acara penyambutannya ke depan harus lebih variatif,a�? ujarnya.

Sebelum pelarungan, a�?bayang-bayanga�? ini terlebih dulu didoakan. Selepas itu, warga berbondong-bondong mengarak ke bibir pantai. Bersiap untuk mengawal proses pelarungan. Prosesi pelarungan sendiri diiringi musik tradisional gemelan.

Untuk dibawa ke tengah laut, kapal pembawa a�?bayang-bayanga�? diiringi sembilan kapal. Yang nantinya kapal-kapal tersebut akan mengitari lokasi tempat a�?bayang-bayanga�? diceburkan.

Sebagai pengiring ritual, warga lainnya berdoa, bertahlil dan dzikir. Prosesi ini memakan waktu sekitar dua jam.

Setelah melakukan pelarungan bayang-bayang, warga setempat pun harus mengikuti aturan adat. Yakni tidak boleh turun melaut selama tiga hari tiga malam. Jika melanggar, menurut kepercayaan mereka, akan mendapat bala.

Bukan saja melaut, warga juga dilarang mandi ataupun melakukan aktivitas lain di laut. a�?Itu sebisa mungkin harus dijauhi,a�? terang Kades Kuranji Dalam, Sukadin.

Warga dusun setempat tiga hari ke depan a�?diharamkana�? berada di laut. Agar mereka terhindar dari bala bahaya. Aturan itu juga harus ditaati oleh warga luar Dusun Kuranji yang datang melaut. Jika melanggar batas pelarungan a�?bayang-bayanga�? akan diarahkan menjauh.

a�?Kita bukan melanggar kehendak tuhan, tapi memang seperti itu aturannya,a�? imbuh Sukadin.

Usai rangkaian acara berakhir, tamu undangan beserta warga bersama-sama menyantap daging sapi, yang diambil dari bayang-bayang tersebut. Setelah tiga hari tiga malam, para nelayan bisa kembali ke rutinatas masing-masing tentu dengan harapan dan semangat baru. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka