Ketik disini

Metropolis

Ini Baru Mantap!

Bagikan

MATARAM – Mantap! Dinas Pertamanan Kota Mataram menepati janjinya untuk menindak para pelanggar reklame yang terus membandel kendati sudah diingatkan. Kemarin(20/10), tim gabungan mulai melakukan penyisiran.

a�?Di Jalan Pejanggik saja ada 72 yang kita akan turunkan paksa,a�? kata Perwakilan Dinas Pertamanan Kota Mataram dari Bagian Perizinan Yohana.

Sesuai instruksi, penindakan tegas kini menjadi opsi yang dipilih daerah. Sebelumnya ragam sosialisasi, peringatan, hingga teguran sudah dilayangkan pada para pelanggar. Namun tak banyak respon yang diberikan. a�?Makanya sekarang data yang sudah ada itu mulai ditindak,a�? katanya.

Angka 72 pelanggaran yang dijelaskannya merupakan angka yang ada di satu titik saja. Secara keseluruhan, ia mengatakan ada ratusan pelanggaran di seluruh Mataram. Bahkan secara khusus Kadis Pertamanan H Kemal Islam pernah berujar jumlahnya mencapai 900 pelanggaran.

a�?Ada yang mulai taat, tak sedikit yang masih membandel,a�? ujarnya.

Ragam pelanggaran yang terjadi adalah, izin habis namun tetap terus memasang iklan alias tak melakukan perpanjangan, memasang iklan di tempat terlarang, hingga berakibat pada pajak yang tak terbayarkan. a�?Banyak polanya, yang pasti tak ada ampun,a�? tegasnya.

Kadis Pendapatan Daerah H Syakirin Hukmi yang turut dalam penertiban mengatakan, para pelanggar sebenarnya sudah diberikan kesempatan untuk melakukan perpanjangan. Namun kenyataan di lapangan, ia menemukan ada yang izinnya mati hingga dua tahun lamanya. a�?Kalau selama itu, harusnya dia buat izin baru,a�? tegasnya.

Tak ingin potensi daerah menguap, Syakirin juga mengacu aturan seluruh tunggakan yang ada harus dilunasi terlebih dulu. Setelah itu dilakukan, barulah advertising yang ada dibolehkan memajang iklan kembali. a�?Yang sekarang diturunkan paksa, silakan diurus dulu,a�? sarannya.

Ditanya mengenai potensi kerugian kas daerah, ia mengatakan ada dikisaran Rp 500 juta. Itu juga yang menjadi salah satu penyebab dari target yang belum tercapai hingga kini.

Kendati kini tinggal tersisa dua bulan saja, pajak reklame yang masuk baru dikisaran 65 persen saja dari target Rp 2,5 miliar yang sudah dipatok.

“Semoga dengan langkah ini bisa digenjot dengan cepat,a�? ujarnya.

Saat penurunan paksa dilakukan di salah satu titik di Cakranegara, sempat terjadi adu mulut dengan pemilik reklame yang protes. Namun hal itu tak dihiraukan petugas gabungan yang memilih tetap bekerja menjalankan aturan sesuai instruksi.

“Biasa itu, dia protes bawa berkas, setelah lihat data kita, dia langsung diam,a�? pungkas Syakirin. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys