Ketik disini

Headline Selong

Puskesmas Lotim Kelebihan Kuota BPJS

Bagikan

SELONG – Temuan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) terkait peserta yang menumpuk berobat di salah satu Puskesmas di Jakarta pusat ternyat terjadi juga di Lombok Timur (Lotim). Pelayanan kesehatan terhadap para peserta BPJS Kesehatan pada fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat I di Lotim diyakini tidak maksimal. Lantaran, setiap puskesmas memiliki peserta BPJS Kesehatan jauh dari ideal. Hal tersebut diakui oleh Kepala Unit Manajemen Kepesertaan dan UPMP BPJS Selong, Gusti Ayu Prita Aristhi. Kelebihan kuota di puskesmas ini disebabkan saat ini jumlah faskes yang ada di Lotim sangat terbatas.

“Idealnya memang satu dokter di setiap puskesmas melayani sekitar 5.000 peserta BPJS Kesehatan. Tapi saat ini kondisinya ada puskesmas yang melayani sekitar lebih dari jumlah ideal, baik peserta BPJS PBI maupun non PBI,” kata dia saat ditemui di kantor BPJS Kesehatan Cabang Selong, kemarin (18/10).

Jumlah peserta BPJS Kesehatan di Lotim saat ini dijelaskan Ayu, sapaan akrabnya sebanyak 801.174 orang. Dimana dari jumlah tersebut 686.930 orang adalah peneriman bantuan iuran (PBI) dari APBN.

Seluruh peserta BPJS ini terdaftar di 44 faskes tingkat I mitra. Dengan rincian 29 puskesmas, 7 dokter pribadi, 4 klinik pratama, satu dokter gigi, satu faskes TNI dan dua faskes POLRI. Dengan perbandingan jumlah peserta dan jumlah fasilitas kesehata kesehatan tingkat I yang ada di Lotim, rata-rata setiap Puskesmas memiliki peserta sebanyak 18.000 orang. Namun di setiap puskesmas jumlahnya berbeda-beda. Penyebaran dilihat dari jumlah peserta dari PBI.

“Di Puskesmas Selong ada 28.292 peserta BPJS Kesehatan. Memang nanti akan berdampak pada pelayanan. Baik dari sarana prasarana dan kualitas pelayanan. Peserta mau nggak mau kan harus ngantre karena fasilitas maupun tenaga kesehatan terbatas,” ungkap Ayu.

Sekretaris Dinas Kesehatan Lotim drg. Made Pradnya mengakui saat ini fasilitas kesehatan maupun tenaga medis di Gumi Selaparang masih sangat terbatas. “Makanya tahun ini kami bangun dua Puskesmas di Rarang dan Kembang Kerang.Itu pun masih baru dibangun, mudahan saja bisa selesai akhir tahun,” kata dia.

Sementara terkait masih banyaknya warga yang belum bisa mengakses fasilitas kesehatan, ini disinyalir keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah. Untuk itu, ia berharap di tahun 2017 mendatang, ini bisa disiasati dengan adanya Dana Desa sebesar Rp 1 miliar. “Kita harap setiap desa mau menganggarkan untuk pembuatan bangunan dan menyiapkan lahan Poskesdes. Nanti kami yang dari Dinas Kesehatan suplai tenaga medis dan sarana prasarananya,” kata dia. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka