Ketik disini

Metropolis

Dok, Ingat Sumpah!

Bagikan

MATARAM – RSUD Kota Mataram menegaskan pelayanan pihak rumah sakit hari ini tetap berjalan sebagaimana biasa. Penegasan itu disampaikan menyikapi rencana para dokter untuk turun ke jalan, Senin 24 Oktober hari ini.

a�?Tidak ada dokter mogok, kami kerja seperti biasa,a�? kata Direktur RSUD Kota Mataram Dr HL Herman Mahaputra, kemarin(23/10).

Kepada Lombok Post ia mengatakan, pelayanan pihak rumah sakit tetap menjadi prioritas utama. Sehingga kekhawatiran adanya pasien yang terlantar tak akan terjadi. Disinggung mengenai Program Studi Dokter Layanan Primer (DLP) yang digulirkan pemerintah namun mendapat penolakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dia enggan berkomentar banyak.

a�?Itu kebijakan kemenkes, bukan kapasitas rumah sakit untuk menolak,a�? jawabnya singkat.

Diberitakan Lombok Post Sabtu (22/10) lalu, IDI menegaskan penolakannya terkait program baru pemerintah itu. Ketua Umum PB IDI Oetama Marsis mengatakan, pihaknya sepakat memilih aksi damai karena isu DLP belum menemukan solusi. Pendidikan DLP yang digembar-gemborkan setara dengan spesialis dinilai justru menghamburkan uang dan waktu dokter.

Hanya untuk menguasai beberapa modul tambahan, peserta harus mengeluarkan Rp 300 juta pertahun. Selain itu mahasiswa juga harus melepas pekerjaannya, karena lembaga yang menyediakan pendidikan ini hanya 17 fakultas kedokteran.

a�?Kalau dibandingkan dengan program pengembangan pendidikan keprofesian berkelanjutan dari IDI sudah jelas berbeda. Hanya habis Rp 1 juta permodul yang bisa diambil di 430 cabang. Modulpun disesuaikan dengan apa yang diperlukan di daerah tugas mereka,a�? ungkapnya.

Unjuk rasa tersebut rencananya dilakukan seluruh perwakilan IDI Daerah di Jakarta. Diperkirakan 2.000 dokter akan ambil bagian. Namun dipastikan dokter yang menangani ICU dan punya peran penting, tetap melayani pasien. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys