Ketik disini

Bima - Dompu

Habis Manis Sepah Dibuang

Bagikan

BIMAa��Nasib 285 tenaga honorer di SMA/SMK bisa diibaratkan seperti pepatah habis manis sepah dibuang. Ketika pemerintah daerah membutuhkan, mereka diangkat untuk mengisi kekurangan tenaga. Tapi ketika kewenangan SMA/SMK dialihkan ke provinsi, pemerintah kabupaten tak memperjuangkan nasib mereka. Pemerintah kabupaten lepas tangan.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima Sulaiman mengaku sangat prihatin dengan nasib 285 honorer iru. Honorer yang bertugas SMA/SMK itu terancam dirumahkan jika tidak ditampung pemerintah provinsi.

”Kalau bupati sudah lepas tangan, begitu juga dengan provinsi. Lantas mereka ini mau dibawa ke mana,” katanya pada Radar Tambora (Lombok Post Group), Sabtu (22/10).

A�Menurutnya, ratusan honorer yang sudah berbuat untuk daerah itu harus diselamatkan. Bupati Bima jangan terlalu berpijak pada aspek pengalihan kewenangan. Justru dari mekanisme pengalihan itu ada kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

A�”Sudah jelas yang dialihkan adalah sekolah, guru dan pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara). Sementara guru honorer tetap menjadi tanggung jawab kabupaten/kota,” terangnya.

A�Tapi, kata Sulaiman, jika pemerintah kabupaten/kota tidak mampu membiayai mereka, pemerintah kabupaten/kota harus melakukan pendekatan dengan pemerintah provinsi agar menyediakan anggaran untuk tenaga honorer.

”Kita tidak boleh merumahkan tenaga honorer. Mereka ini aset daerah yang harus diselamatkan,” terangnya.

A�Jika Pemerintah Kabupaten Bima tidak serius memikirkan nasib 285 orang honorer itu, SMA/SMK di Kabupaten Bima akan A�kekurangan guru.”Jika seperti ini, siapa yang akan mengajar anak-anak kita,” ujarnya.

A�Ia menambahkan, guru ASN di Kabupaten Bima sedikit. Sehingga banyak guru honorer yang diperbantukan di sekolah.”Di sekolah kita yang paling banyak adalah guru honorer. Nasib mereka ini harus diperjuangkan,” kata politisi Gerindra ini. (dam/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka