Ketik disini

Selong

Realisasi PBB Lotim Jauh dari Target

Bagikan

SELONG – Realisasi pajak daerah di Lombok Timur (Lotim) hingga 19 Oktober 2016 masih belum mencapai target. Dari target sebesar Rp 45 miliar 804 juta, realisasi baru mencapi 75 persen atau sekitar Rp 34 miliar 459 juta. Dari 10 jenis pajak yang ada, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) A�A�dan Sarang Burung Walet menjadi yang paling rendah. Yakni dengan presentase realisasi A�53,67 dan A�50 persen.

A�a�?Realisasi PBB memang rendah. Makanya kami sudah menyiapkan langkah Operasi Kejar (Opjar) untuk turun menjemput PBB dari pintu ke pintu,a�? jelas Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset (PPKA) Lombok Timur (Lotim) Iswan Rahmadi.

Target PBB Pedesaan dan Perkotaan tahun ini Rp 12 miliar 85 juta. Namun yang sudah terealisasi baru Rp 6 miliar 485 juta. Padahal, tahun anggaran 2016 menyisakan dua bulan lagi. Sedangkan pajak burung walet tahun ini ditargetkan Rp 1 juta dengan realisasi baru mencapai Rp 500 ribu.

Untuk mengejar relaisasi target PBB, PPKA telah memetakan sejumlah kawasan yang saat ini realisasi PBB-nya masih rendah. Ada lima kecamatan yang diungkapkan realisasinya masih rendah. Padahal lima kecamatan ini memiliki PBB paling besar. Lima kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Selong, Masbagik, Pringgabaya, Sikur dan Labuhan Haji.

a�?. Makanya kami akan berkoordinasi dan terus mendorong pihak Desa maupun Kelurahan untuk terus meningkatkan upaya menjemput PBB ini,a�? jelas mantan Kabag Humas Lotim ini saat ditemui di ruangannya.

Tanggal jatuh tempo PBB diungkapkan Iswan sebenarnya pada tanggal 30 September lalu. Namun, sejumlah Wajib Pajak masih belum sadar akan kewajibannya membayar pajak. Sehingga, ketika membayar pajak nanti mereka akan dikenai denda sebesar 2 persen tiap bulannya.

a�?Kalau WP besar rata-rata sudah bayar. Ini yang WP kecil ini kadang lalai dan kurang sadar,a�? bebernya.

Untuk itulah, langkah operasi A�ini dikatakan salah satu upaya menjemput bola agar WP kecil ini bisa membayar pajak tepat waktu. Selain untuk menyadarkan mereka pentingnya membayar pajak.

Meski kebanyakan objek pajak saat ini masih rendah. Namun, ada juga objek pajak yang sudah melampaui target. Misalnya pajak Mineral Bukan Logam dan batuan (MBLB). Dari jumlah target tahun 2017 yakni sebesar Rp 7 miliar 679 juta realisasi sudah mencapai Rp 8 miliar 507 juta atau sekitar 110,77 persen. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka