Ketik disini

Sumbawa

Hanya 42 Ormas Terdaftar

Bagikan

TALIWANG – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatat hanya 42 ormas, LSM maupun yayasan yang terdaftar atau memiliki surat keterangan terdaftar (SKT). Tapi bagi ormas yang belum terdaftar tidak bisa juga disebut ormas ilegal.

Kepala Kesbangpoldagri H Joni Hartono menyatakan banyak ormas, LSM, dan yayasan baru muncul di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini. Namun, secara sah yang  terdaftar di pemerintah sekitar 42 ormas.

“ Tidak ada kewajiban ormas mendaftarkan diri ke pemerintah,’’ kata Joni, kemarin.

Namun, konsekuensinya ormas yang tidak menggantongi SKT tidak bisa menerima bantuan dari pemerintah. Sedangkan terkait aktivitasnya, selama tidak melanggar aturan sesuai tujuan dibentuknya ormas, tidak dilarang oleh pemerintah. Sebagaimana diatur dalam UU No­mor: 17 Tahun 2013 tentang Ormas yang digugat ke MK be­berapa waktu lalu, telah menghapus beberapa pa­sal dalam UU tersebut.

‘’Garis besarnya, putusan­ MK terhadap UU Ormas me­nya­takan, pemerintah tidak boleh mencampuri urus­an internal organisasi. Pemerintah juga tidak  bisa me­mbatasi ruang gerak or­mas­ sesuai  yang tertera di SKT,’’ katanya.

Kendati demikian, jika sebuah ormas dalam prateknya di lapangan tidak sesuai dengan SKT, pemerintah berkewajiban   mencabut atau membekukan SKT. Pencabutan dilakukan sesuai dengan  mekanisme dan aturan yang berlaku.

Dia mencontohkan ormas yang  telah dibekukan SKT adalah Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Pembekuan itu dilakukan karena ormas ini dianggap menganut paham radikal.

‘’Kami setiap saat intensif melakukan pengawasan aktivitas ormas di KSB. Jika ditemukan, kegiatan yang mencurigakan kita akan tindak,’’tegasnya. (is/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka