Ketik disini

Headline Metropolis

Ayo, Sikat Jukir Liar!

Bagikan

MATARAM – Persoalan pengelolaan parkir di Kota Mataram yang masih kacau, membuat Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram, H Khalid meradang. Ia mengancam, menghabisi karir siapapun yang terbukti terlibat dibalik sikap tak patuh beberapa jukir akhir-akhir ini.

a�?Kalau dia, PTT (Pegawai Tidak Tetap) saya berhentikan,a�? ancamnya.

Khalid menegaskan dirinya tidak main-main dengan ancaman itu. Ia berencana menyelidiki siapa saja yang jadi beking para jukir. Sehingga seenaknya menaikan tarif parkir.

Ia mengatakan, harusnya jika tidak ada persoalan dalam koordinasi antara petugas lapangan dan pegawai Dishubkominfo Kota, maka tidak mungkin banyak target setoran yang meleset. Ia pun mencurigai ini ada sesuatu. Sehingga dirinya perlu menyikapinya dengan serius.

a�?Ada jukir tidak mau berikan karcis, naikan harga, tetapi mereka tetap aman bekerja. Ini patut kami selidiki,a�? ujarnya.

Ancaman tidak hanya diberikan bagi para PTT. Tetapi pegawai negeri yang bekerja di bawah dishubkominfo juga tak luput diingatkan. Ia tak segan-segan melaporkannya pada atasan dalam hal ini sekda untuk diberikan sanksi administratif. Dari teguran hingga dipecat.

Khalid tak menampik, kemungkinan ada pegawai yang menempati posisi strategis di Dishubkominfo, menyalah gunakan kewenangan. Memperlancar aksi jukir liar dalam memeras para pengguna kendaraan.

a�?Kalau ada, laporkan kepada kami. Foto mereka, siapa saja dengan barang buktinya, biar saya tindak,a�? ujarnya.

Sementara terkait siapa saja penikmat hasil parkir di Objek Wisata, Khalid mengatakan jika dirinya dan sejumlah pihak sudah membahas hal itu dengan Sekda, kemarin. Ia menyebutkan memang harus ada kejelasan posisi objek parkir. Apakah termasuk pajak parkir, retribusi empat khusus parkir atau retribusi parkir tepi jalan.

Kejelasan status ini, akan membantu memetakan siapa saja yang bertanggung jawab atas potensi pemasukan PAD di sana. “Kalau itu taman, nanti bisa jelas apa dinas pertamanan atau disbudpar yang kelola. Begitu juga kalau statusnya adalah pajak parkir, maka dispenda,a�? ulasnya.

Sebelumnya, Kepala UPTD Perparkiran H Samsul Hakim, tak menampik ada oknum yang ikut menarik parkir semaunya di objek wisata. Namun ia memastikan, pelaku bukan jukir yang diangkat UPTD Perparkiran. Tetapi, kebanyakan jukir liar yang belum terdata.

Tidak hanya itu, mereka juga berani menaikan tarif parkir sampai Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu. Seperti misalnya di taman rekreasi Loan Baloq. Alasan mereka menaikan harga untuk tambahan biaya kebersihan taman.

a�?Saya sudah tegaskan ke mereka, kalau memang mau ditarik Rp 2 ribu, tetap harus diberikan karcisnya, terserah diterima atau tidak,a�? ulasnya.

Sejauh ini, Pemkot Mataram memang terkesan membiarkan berbagai pelanggaran terhadap Perda Parkir di sejumlah tempat. Terutama di taman rekreasi Loang Baloq. Buktinya, hingga saat ini, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh belum mengambil tindakan tegas. Meskipun laporan secara tidak langsung sudah ia terima.

“Belum ada pemanggilan,a�? kata Lurah Tanjung Karang Rusmaladi saat ditemui dikantornya, kemarin (24/10).

Dikatakan, ia telah bertemu dengan pengelola taman rekreasi Loang Baloq. Dalam pertemuan itu, pihak pengelola mengakui adanya kenaikan tarif parkir. “Nanti kita bicarakan lagi dengan pengelola. Kami tidak bisa terlalu keras ke pengelola,” ujar Rusmaladi.

Pihak kelurahan, lanjutnya, hanya bisa melakukan diskusi untuk mencari kebenaran dan solusi. Karena jika tidak sesuai Perda, maka hal tersebut bisa dikatakan pungli.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh pernah mengatakan akan memanggil pihak terkait pada 14 Oktober lalu. Namun, itu tak terealisasi.

Padhal, Ahyar berjanji akan mempertanyakan alasan kenaikan tersebut. Tarif parkir pun tak berubah. Hingga Minggu (23/10), tarif parkir masih Rp 3.000 untuk kendaraan roda dua. (zad/fer/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka