Ketik disini

Metropolis

Dari Bertapa hingga Penampakan Lailatul Qadr

Bagikan

Banyak orang meyakini meledaknya mata air di Masjid Bengaq pertanda, tempat itu daerah yang diberkati. Maka berbondong-bondonglah masyarakat memanfaatkan air, bertapa hingga menunggu turunnya Lailatul Qadr di sana. Berikut kisahnya.

***

ZOHRIA� menarik nafas panjang. Alisnya yang rata memutih, membuat ia seperti empu dalam film-film kolosal. Jika saja ia mengenakan sorban atau sapuq (ikat kepala, Red), penampilannya pasti terkesan sangat bertuah. Sayangnya, ia memilih melilitkan handuk putih, seperti penjual terasi di pasar-pasar tradisional.

a�?Sampai sekarang, kalau sudah di atas jam 11 malam, tidak ada yang berani ke mata air bengaq,a�? kata Zohri.

Boleh percaya, boleh tidak. Boleh juga dicoba, kalau memang iseng uji nyali, seperti acara televisi. Konon, jika diatas jam itu, di mata air bengaq, kerap terdengar bunyi kecipuk-kecipuk! Air beriak. Layaknya suara air, saat orang mandi. Tetapi, jika didekati tidak ada orang sama sekali.

a�?Sudah banyak orang yang ketakutan. Awalnya penasaran, eh setelah dibuktikan, lalu kabur tunggang langgang,a�? imbuhnya.

Mata air itu juga kerap dijadikan tempat bertapa. Banyak orang yang ingin mendapatkan ilmu kanuragan atau ingin menyempurnakan ilmu yang dimilikinya, memilih mandi di sana. Kalau sudah yakin sempurna, di tempat itu juga mereka saling tebas, menguji ilmu.

a�?Di sana memang sering orang saling tebas. Kalau sudah begitu, ndak ada yang berani ganggu,a�? tuturnya.

Suara saling tebas biasanya sampai terdengar jauh. Tapi bagi sebagian warga, hal itu sudah biasa. Jika kejadian malam hari, mereka putuskan tak menonton. Tetapi melanjutkan tidur pulasnya.

a�?Berbeda kalau jelang malam lailatul qadr banyak yang tadarusan begadang. Sambil melihat-lihat air, apa ada yang berbeda dengan malam sebelumnya, sebagai tanda turunnya malam yang disebut lebih baik dari 1000 bulan,a�? ulasnya.

Tanda-tanda itu bisa berupa air yang tiba-tiba berhenti mengalir, air berkilauan dan sangat jernih. Meski tak menjelaskan detail, siapa saja yang telah melihat peristiwa ganjil pada air, saat turun malam lailatul qadr, namun Zohri memastikan ada orang yang pernah melihat persitiwa itu. a�?Ada orang yang pernah lihat,a�? tukas dia.

Tidak hanya itu. Masyarakat, juga percaya air bisa membuat orang jadi kebal. Ketika zaman penjajahan Jepang, banyak orang yang bertempur meminum air terlebih dahulu. Begitu juga ketika ada yang akhirnya terluka. Banyak juga dibawa ke masjid untuk diobati menggunakan air di sana.

Dalam perkembangannya, kini penampakan masjid sudah jauh lebih baik. Mengalami renovasi berkali-kali. Anggaran yang dihabiskan pun mencapai Rp 400 juta lebih. Semua didapat dari amal jariah masyarakat setempat. Sehingga, bangunan masjid kini sebagian besar kokoh berbeton. a�?Bangunannya memang sengaja meniru masjid Nabawi,a�? ulasnya.

Cirinya dapat dilihat dari kubah dan menara yang mencapai tinggi 63 meter. Lapisan dinding di bagian dalam berbahan marmer. Dulu langsung didatangkan dari Lampung, Sumatera Selatan. Mimbar masjid berwarna hitam setinggi 20 meter dengan bahan kayu ipil.

a�?Pada kayu ada ukiran kaligrafi, surat Al Jumah, usia mimbar diperkirakan ratusan tahun,a�? ungkapnya.

Kini mata air itu tetap dijaga dengan baik. Warga mengaku enggan, jika sewaktu-waktu ada permintaan air itu dikelola profesional. Dialirkan ke berbagai tempat yang masih membutuhkan air.

Alasannya sederhana. Mereka tidak mau air itu, nanti dikomersilkan. Keuntungannya hanya mengenyangkan perut beberapa orang saja.

a�?Warga tidak mau (kalau air dikelola PDAM). Kalau mau, datang ke sini ambil airnya. Jangan disedot,a�? ujarnya.

Dari penuturan Zohri, warga juga tidak ada satu pun yang menggunakan layanan PDAM. Warga bisa dengan mudah, mendapatkan air dengan menggali sumur. Tidak perlu terlalu dalam. Air sudah memancar deras.

a�?Ini berkah dari Tuhan Semesta Alam, untuk daerah kami. Di saat daerah lain kekeringan, kami di sini selalu berlimpah air. Alhamdulillah,a�? tutupnya. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka