Ketik disini

Praya

Lobar Dituding Caplok Lahan Loteng

Bagikan

PRAYA – Perwakilan warga Nambung Desa Montong Ajan, Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), mendatangi gedung DPRD setempat, kemarin (24/10). Mereka meminta Pemkab dan wakil rakyat mengeluarkan sikap atasA� tindakanA� Pemkab Lombok Barat (Lobar), yang diduga menyerobot sebagian lahan di wilayah tersebut.

A�A�A�A�A�A�A� a�?Di tempat itu, saya punya lahan seluas 4 hektare (ha). Tapi, tiba-tiba berubah atas nama orang lain,a�? keluh salah satu tokoh masyarakat Nambung Anhal.

A�Anhal menceritakan duduk perkara dugaan perampasan dan penyerobotan lahan sejumlah warga. Kasus itu mulai mencuat sejak tahun 1992 silam. Pada tahun itu, kata Anhal Lobar mulai mengklaimA� wilayah Nambung. Caranya dengan menurunkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat, lalu melakukan pengukuran sepihak, hingga menerbitkan sertifikat atas nama pihak lain termasuk pemkab Lobar. a�?Salah satu korbannya adalah, saya sendiri,a�? tekannya.

Begitu mengetahui lahannya diambil orang, pihaknya mengaku langsung mendatangi kantor Camat Sekotong, kala itu. Sayangnya camat setempat tidak ada ditempat. Alhasil, pihaknya bertemu dengan pemimpin tingkat kecamatan itu, di kantor bupati lama di Mataram.

A�a�?Saya sendiri, mendiami wilayah Nambung itu sejak 30 tahun silam,a�? katanya.

Atas kejadian itu, pihaknya berharap Pemkab dan dewan mengeluarkan sikap tegas dan keras kepada kabupaten tetangga. Apalagi, mereka ternyata mengincar pantai Nambung.

a�?Saya masih ingat betul, pada tahun 1992 silam itu, Lobar mengincar Nambung. Saya tidak tahu apa kepentingannya,a�? sambung tokoh pemuda Desa Montong Ajan Suherman.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri mengaku, tidak akan tinggal diam, melihat rakyatnya dizolimi. Untuk itulah, pihaknya meminta kepada Dispenda, bagian aset, bagian hukum, tim penegasan tapal batas wilayah dan seluruh pihak yang berwenang lainnya, segera mengumpulkan seluruh dokumen penting menyangkut Nambung.

a�?Satu-satunya kekuatan kita, adalah Undang-undang. Tapi, tolong dilengkapi dengan yang lain-lainnya juga,a�? tekan orang nomor dua di Loteng tersebut.

Ia mengaku, pada tahun 1991 silam, tidak ada sengketa yang dimaksud. Namun, gara-gara SK Gubernur itulah, sengketa mencuat, hingga sekarang. a�?Kami minta, lahan seluas 155 ha di Nambung itu juga, segera diterbitkan sporadik secara masal,a�? cetus kepala Dispenda Loteng Lalu Karyawan.

a�?Namun, terlebih dahulu mohon dilakukan pendataan pemilik lahan. Nambung tetap masuk Loteng,a�? tambah Karyawan.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka