Ketik disini

Tanjung

Masih Harus Lewati Uji Publik

Bagikan

TANJUNG -Usulan dewan yang meminta Raperda pengelolaan sampah segera diajukan, diapresiasi Pemkab Lombok Utara. ”Raperda ini sudah diselesaikan pihak ketiga dan sudah diserahkan ke Kantor Kebersihan,” ujar Kabag Hukum Setda Lombok Utara Raden Eka Asmarahadi, kemarin (24/10).

Dijelaskan, sebelum diajukan ke legislatif, maka Raperda itu harus melalui uji publik terlebih dulu. Menurut Eka, publik hearing (uji publik) ini untuk mendengar masukkan dari pihak-pihak terkait untuk masalah sampah ini. ”Dalam waktu dekat kita lakukan publik hearing. Anggarannya sudah ada di APBDP,” ungkapnya.

Ditambahkan, dalam Raperda itu diatur bagaimana pengelolaan sampah, perencanaan, tugas dan wewenang pemerintah daerah, kewajiban, perizinan untuk pengelolaan sampah. Khususnya pihak ketiga dan pelaksanaannya. Sedangkan untuk retribusi sendiri sudah diatur dalam Perda Retribusi. ”Ini untuk regulasi pengelolaan sampah di seluruh Lombok Utara, termasuk tiga gili,” tandasnya.

Pihaknya menegaskan, tidak bermaksud mengulur pembahasan Raperda pengelolaan sampah tersebut. Bahkan pemkab mau dipercepat, tetapi tentu harus melewati mekanisme. ”Penekanannya sekarang itu Perda harus partisipasitif,” katanya.

Proses pembuatan Perda sendiri dimulai dari perencanaan, penyusunan, pembahasan, penetapan, pengundangan, dan penyebarluasan. Dalam tahapan ini proses paling lama ada di penyusunan karena memerlukan naskah akademis. ”Kita optimis tahun ini Perda itu bisa dibahas dan selesai,” tegasnya.

Sebelumnya, DPRD Lombok Utara mendorong pemkab agar segera memasukkan Raperda pengelolaan sampah agar bisa dijadikan Perda. Jika Perda sudah jadi, maka bisa dijadikan landasan untuk pembelian lahan di Gili Meno dan Gili Air. Lahan yang akan dibeli masing-masing seluas 20 are dengan perkiraan harga Rp 3 miliar. Anggaran ini termasuk untuk pembebasan lahan yang akan dijadikan lahan masuk ke TPA Jugil Desa Sambik Bangkol seluas 32 are dengan perkiraan harga Rp 450 juta. ”Kalau Perda sudah jadi bisa digunakan untuk dasar pembelian,” tutup Eka. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka