Ketik disini

Giri Menang

Masyarakatnya Kreatif, Mandiri, dan Sejahtera

Bagikan

Sejak ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan 7 September lalu sebagai salah satu desa vokasi di Indonesia, masyarakat Desa Babussalam banyak mengalami perubahan. Seperti apa? Berikut ulasannya.

***

Sekadar tahu, desa vokasi ini salah satu program penanggulangan kemiskinan masyarakat yang dicetuskan pemerintah pusat. Kawasan pedesaan disulap menjadi sentral pelatihan.

Berbagai kecakapan vokasional dan pengelolaan unit-unit usaha dilakukan di desa yang ditunjuk oleh pemerintah. Baik itu usaha produk atau jasa berdasarkan keunggulan lokal dalam dimensi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan.

Hanya ada 20 desa se-Indonesia yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan menjadi desa vokasi. Salah satunya adalah Desa Babussalam, Kecamatan Gerung.

Belum genap sebulan program penanggulangan kemiskinan itu ditetapkan, masyarakat setempat sudah merasakan banyak perubahan. Terutama dalam hal perekonomian. Kesejahteraan masyarakat di sana perlahan mulai meningkat. Kendati belum signifikan, namun masyarakat kini lebih mandiri. Sudah ada penghasilan setiap harinya.

Sistem kerjanya, masyarakat yang khususnya wanita berusia 18-50 tahun, mendapatkan pelatihan dari pemerintah tentang usaha produk ataupun jasa. Setelah pelatihan, kemudian dialanjutkan praktik di lapangan.

Masyarakat banyak diajarkan cara membuat produk siap jual. Seperti kain songket, daur ulang koran, makanan kering (kripik dan dodol), dan budidaya ikan dan telur asin.

“Potensi masyarakat di sini memang menjanjikan. Mereka cepat berkembang dengan pelatihan yang diberikan,” ungkap Ketua Desa Vokasi, Desa Babussalam Yeni Pancawati, kemarin (24/10).

Yeni menuturkan, produk yang sudah jadi di masyarakat akan ditampung dan dijual oleh marketing desa vokasi. Masyarakat juga akan menerima langsung bayaran hasil produk mereka, tanpa menunggu penjualan oleh marketing desa vokasi. “Produk yang sudah jadi langsung dibayar,a�? jelasnya.

Karena belum genap setahun, anggota yang bergabung pun belum banyak. Baru sekitar 110 orang. Ini tersebar berdasarkan kelompok di 11 dusun yang ada di Desa Babussalam. “Kita bagi menjadi tiga kelompok, agar lebih mudah dan terkoordinir,a�? kata Yeni.

Ia menceritakan, belum lama ini pihaknya sudah melakukan pelatihan untuk para anggota. Kemudian dilanjutkan tahap pengembangan produk. Dimana desa vokasi akan menampung hasil produksi dari masyarakat yang kemudian dipasarkan.

“Mereka telah menghasilkan dodol, aneka kripik, kerajinan risaikel koran (kria), guci bahkan ada telur asin,” ujarnya sambil menujukan hasil produksi para anggota.

Dia mengungkapkanA� baru sebulan, telah banyak perubahan yang dirasakan oleh masyarakat. Selain menghasilkan uang, dengan pemberdayaan seperti ini masyarakatA� memperoleh ilmu. Sehingga dapat berkreasi lebih luas lagi. Setelah ada bekal dasar yang diberikan.

“Keuntungannya, ada pengasilan sendiri, ilmu juga dapat. Apalagi dari segi sosialnya tetap menjalin silahturahmi,” tandasnya.

Dibalik semua itu, hajatan utama pemerintah sebenarnya dari program desa vokasi ini, ingin mengubah pola kehidupan masyarakat agar beralih mengkonsumsi produk lokal. Ingin membuktikan produk lokal tidak kalah saing dengan produk luar. Terlebih lagi, kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah mulai diterapkan. (Muhammad Zainuddin/ Giri Menang/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys