Ketik disini

Praya

Suhaili Tegur Para Investor

Bagikan

PRAYA – Bupati HM Suvhaili FT menginginkan agar, sederetan perbukitan dari ujung Dusun Mawun Desa Montong Ajan, sampai Dusun Awang Balak Desa Mertak, tidak boleh dibangun fasilitas apapun. Keberadaannya harus menjadi penyangga alam.a�?Salah satu contoh di wilayah Mawun, luas perb

ukitannya mencapai 94 hektare (ha),a�? kata orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut, kemarin (24/10).

Keberadaannya, kata Suhaili sebagai lokasi tanggap bencana, jika terjadi tsunami. Selain itu, fungsinya sebagai hutan pantai, hingga objek pariwisata. Bagi investor yang menguasai, pemerintah hanya memberikan hak pakai saja, bukan hak pengelolaan lahan (HPL).

Artinya, terang Suhaili kalau pun dibangun, tidak boleh permanen. Melainkan non permanen. Karena, begitu pemerintah membutuhkan, maka bangunannya mau tidak mau harus dirobohkan, perbukitan pun kembali pada fungsinya. a�?Yang punya HPL hanya di tiga lokasi saja,a�? kata Suhaili.

Ketiga lokasi yang dimaksud yaitu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort di Desa Kuta dan sekitarnya di Pujut. LaLu, wilayah Mawun Desa Tumpak dan wilayah Selong Belanak Desa Selong Belanak. a�?Kewenangan menerbitkan HPL sendiri ada di tangan provinsi,a�? kata Ketua DPD I Golkar NTB itu.

Pemkab pun, tambah Suhaili berencana ingin menata dan mendata berapa HPL yang diterbitkan, baik kepada investor maupun atas nama perorangan. Dengan begitu, Pemkab bisa mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan persoalan investasi. a�?Kita berharap, dalam menyelsaikan setiap masalah, bisa duduk bersama,a�? ujarnya.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys