Ketik disini

Bima - Dompu

Bima Jadi Lumbung Pangan Nasional

Bagikan

KOTA BIMA a�� Kota Bima dan Kabupaten Bima bisa menjadi lumbung pangan nasional. Syarat utamanya, Kota Bima dan Kabupaten Bima harus menjamin keamanan agar investor berani berinvestasi.

“Di sini ada beras, jagung, ternak, ikan dan lain sebagainya. Tahun depan saya pastikan Bima menjadi lumbung pangan nasional,” kata Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat memberikan sambutan pada acara pertemuan di Paruga Nae Convention Hall, kemarin.

Untuk menjadikan Bima sebagai lumbung pangan diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah dengan warga. Mulai dari menjaga kondusifitas wilayah.Sebab, jika wilayah tidak aman, investor pun tak akan betah. Investor hanya butuh keamanan dan kenyamanan.

“Investor datang, tapi investasinya dibakar. Jelas mereka akan lari,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri sudah menyiapkan lahan seluas 8 ribu hektare untuk menanam jagung. Sedangkan Wali Kota Bima sudah menyiapkan lahan seluas 3 ribu hektare. Dengan luas lahan dan produktivitas yang sudah terbukti, Bima dijamin menjadi lumbung pangan nasional.

Pada pertemuan itu, Luhut langsung memanggil investor yang ikut hadir pada pertemuan. Dia meminta investor tersebut menanamkan modalnya di Bima.

“Besok (Hari ini,Red) kita ketemu untuk bicara soal investasi ini. Apa yang menjadi kebutuhan akan langsung saya tandatangani,” tegasnya.

Dia meminta investor tersebut untuk membangun pabrik pakan ternak sebagai langkah awal. Menurut dia, di Bima sudah ada ikan, jagung, kedelai dan bahan baku lainnya.

“Semua sudah lengkap di Bima. Selain pakan, kalian juga bisa ekspor bahan pangan yang melimpah ini,” ujarnya.

Untuk menunjang ekspor, Luhut mengaku akan memperluas pelabuhan Bima. Luhut juga berjanji akan mengeruk sedimentasi di pelabuhan. Sehingga kapal dalam kapasitas besar bisa masuk.

Pelebaran dan pengerukan akan dilakukan tahun depan. Begitu juga dengan perbaikan terminal penumpang di pelabuhan Bima.

“Saya pastikan tahun depan akan dikerjakan,” tegas mantan Menko Polhukam ini.

Dia menilai pelabuhan Bima sangat penting. Sebab, satu-satunya angkutan murah dan bekapasitas besar adalah kapal. Di samping itu, pelabuhan Bima juga posisinya sangat strategis. Berada di tengah, sehingga bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Untuk membangun pelabuhan, PT Pelindo III A�(Persero) Tbk menggandeng swasta. Tapi aturan mainnya pelindo yang buat. Tujuannya, supaya pelabuhan Bima bisa berkembang lebih pesat. Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima juga akan diperbesar. Sehingga pesawat berbadan besar bisa mendarat di Bima.

“Penerbangan ini merupakan salah satu akses transportasi yang penting. Tahun depan bandara akan diperluas,” katanya.

Pada kesempatan itu, Luhut meminta agar semua pihak bekerja dengan serius. Sehingga tahun 2019 mendatang sudah bisa dirasakan hasilnya.

Apalagi tahun depan semua fasilitas penunjang sudah dibangun dan produksi sudah mulai berjalan. “Saya akan sering ke Bima untuk memantau. Jadi tahun 2019 kita tidak bicara produksi lagi. Tapi bicara hasil yang kita kerjakan,” tegas pria kelahiran Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara ini.

Luhut yang mengenakan kemeja putih tersebut meminta Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin dan Bupati Bima Hj Indah Dhamyanti Putri untuk menghadap guna membicarakan soal investor.

“Pekan depan saya minta ke kantor, kita ketemu invenstor membiacarakan soal pembangunan pabrik di Bima,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin memaparkan tentang pambangunan Kota Bima. Dimulai dari rencana pembangunan Kota Tepian Air. Dimana salah satu titik fokus pembangunan adalah pelabuhan Bima. Hanya saja, kata dia, saat ini kondisi pelabuhan sangat memprihatinkan.

Selain tidak teratur, sedimentasinya cukup tinggi. Bahkan dalam beberapa tahun lagi, kapal tidak bisa lagi sandar di pelabuhan.

“Kami berharap dermaga bisa diperbesar sehingga banyak kapal yang bisa bersandar. Kemudian harus dikeruk, sehingga kapal bisa masuk,” tuturnya.

Di samping itu, dia juga meminta agar landasan pacu bandara diperpanjang dan diperluas. Sebab pesawat badan besar tidak bisa masuk.

Direktur Operasional A�dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III (Persero) Tbk Rahmat Satri menambahkan, ada tiga pelabuhan di Pulau Sumbawa, namun yang paling ramai adalah pelabuhan Bima.

“Pelabuhan Badas dan Bima sama-sama sudah bisa mengangkut dengan peti kemas,” katanya.

Dikatakan, untuk mengoptimalkan pelabuhan itu diperlukan perluasan dermaga dan pengerukan sedimentasi. Kondisi saat ini sedimentasi sudah cukup tinggi.

Namun dia mengaku, seharusnya tahun ini akan dikerjakan pembangunan pelabuhan. Hanya saja tiga kali tender belum ketemu kontraktor yang pas.

Tapi dia memastikan tahun depan akan mulai dikerjakan. Salah satu item yang akan digarap selain dermaga adalah terminal penumpang. DiaA� mengatakan pelabuhan yang akan dibangun lebih bagus dari bandara.

Kemudian ornamen di dalamnya akan mengusung ciri khas Bima. Desain saat ini akan diubah menyesuaikan dengan kondisi.

“Yang jelas kami akan mulai kerjakan awal tahun depan,” akunya.

Usai pertemuan di Paruga Nae Convention Hall dilanjutkan dengan pertemuan tertutup di kantor Sahbandar Bima. Dalam rapat tersebut berbagai hal dibahas. Seperti pengerukan pelabuhan Bima.Luhut yang ditemani HM Qurais menyempatkan diri untuk melihat pacuan kuda di arena pacuan Panda. Setelah itu Luhut yang didampingi anggota DPR RI Zulkieflimansyah menuju bandara. (nk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka