Ketik disini

Sportivo

Jangan Uring-uringan Lagi Yaa��

Bagikan

MATARAM – Para pelatih yang sukses mengantarkan atletnya meraih medali di PON XIX/2016, kini bisa tersenyum lebar. Bonus yang dijanjikan pemerintahA�A� daerah dipastikan cair pekan depan.

a�?Anggaran bonus itu sudah diteken Pak Kadis (Kepala Dinas Dikpora H Muh. Suruji, Red) tadi siang,a�? kata Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Dikpora NTB Surya Bahari kepada Lombok Post, kemarin (25/10).

Besaran anggaran bonus yang ditandatangani itu selanjutnya disampaikan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB untuk diproses lebih lanjut. a�?Jadi, pelatih harus sabar menunggu,a�? tuturnya.

Surya mengatakan, jika tidak ada kendala, kemungkinan besar dua hingga tiga hari ke depan anggaran itu sudah bisa dicairkan. a�?Untuk itu, saya pastikan bonus itu bisa cair pekan depan,a�? tegasnya.

Besaran bonus yang akan diterima masing-masing pelatih berbeda, tergantung perolehan medali atletnya. Peraih medali emas mendapatkan Rp 100 juta, perak Rp 60 juta, dan perunggu Rp 40 juta.

Ada 26 orang pelatih yang akan menerima bonus. Dari seluruhnya, ada beberapa pelatih yang mendapatkan bonus dobel. a�?Pelatih yang mendapatkan bonus dobel itu karena mereka melatih dua hingga tiga atlet, dan semuanya dapat medali,a�? terangnya.

Pelatih yang akan mendapat bonus dobel antara lain, pelatih tinju Indah Dugi Cahyono, pelatih pencak silat Dedi S Darere, pelatih BMX Junaidi, pelatih tolak peluru I Wayan Gunaksi, pelatih atletik (lari 400 meter gawang putra) I Gusti Bagus Wirasantana, dan pelatih tarung derajat Imran.

Informasi yang diperoleh Koran ini, untuk membayar bonus pelatih itu, pemerintah menghabiskan anggaran Rp 2,689 miliar. Anggaran itu sudah dipotong langsung dengan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp 269 juta.

Terpisah, ketua KONI NTB Andy Hadianto menyayangkan sikap pelatih yang tidak sabar menunggu pencairan bonus. Karena, KONI hanya sifatnya sebagai fasilitator untuk mencairkan anggaran tersebut. a�?Bagaimana bisa dibagi kalau anggaran belum dicairkan,a�? katanya. (arl/r1)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka