Ketik disini

Metropolis

ESC Gelorakan Sumpah Pemuda!

Bagikan

MATARAM – Tidak kurang dari 250 mahasiswa menggelorakan semangat sumpah pemuda. Kegiatan yang diinisiasi oleh English Studi Club (ESC) IAIN Mataram itu mengangkat tema besar, merevitalisasi peran pemuda, dalam meredam konflik sebagai upaya merajut perdamaian di NTB.

Menariknya, semangat ini justru digelorakan remaja yang secara basic keilmuan konsen pada pelajaran bahasa asing.

a�?Saya fikir kita memang harus menunjukan semangat cinta tanah air, apapun latar belakang keilmuan kita,a�? kata Ketua Panitia Ishak Harianto.

Ia melanjutkan pemuda Indonesia harus memahami fungsi dan perannya yang besar. Terutama sebagai agen of control dan agen of change. Ditengah hiruk pikuk tantangan kebangsaan saat ini, pemuda kata Ishak, harus siap bekerja keras. Membangun bangsa ke arah yang lebih baik.

a�?Kita harus gaungkan semangat pada diri sendiri, sebab itu energi positif,a�? imbuhnya memotivasi.

Pada akhirnya nanti, setiap pemuda akan menjadi pilar-pilar baru, menggantikan pilar lama menopang kehidupan berbangsa dan bernegara. Ishak yakin, para pemuda yang hadir hari itu, kelak akan punya peran besar dalam membangun kebersamaan. “Hari ini, tantangan kita adalah harus siap kerja keras,a�? ujarnya.

Tantangan ini tentu saja berbeda pada saat perang kemerdekaan lalu. Namun substansinya tetap sama. Pemuda Indonesia, kata dia, harus menyiapkan diri agar mampu bersaing tidak hanya di kancah nasional. Tetapi, juga Internasional. a�?Dan semua bisa kita mulai dari kebersamaan kita di ESC,a�? tandasnya.

Presiden ESC, Abdul Aziz juga menggelorakan semangat yang sama. Ia mengaku bersyukur, semangat ini ditangkap dengan baik oleh para mahasiswa IAIN, sehingga mau berbondong-bondong mengikuti seminar.

Refleksi dari seminar kali ini, kata Aziz, tidak hanya sebagai upaya membangun semangat kepemudaan. Tapi, memperjelas memory para mahasiswa, bagaimana gigih dan tangguhnya perjuangan para pemuda dahulu.

a�?Ini adalah cara mengenang jasa para pahlawan, terutama golongan pemuda,a�? kata Aziz.

Tidak hanya dengan membuka-buka buku sejarah, tentang perjuangan mereka. Tetapi ikut merasakan gelora berjuang dalam konteks menyiapkan diri menjadi lebih baik. “Kita harus warisi semangat dan perjuangan para pemuda dahulu,a�? tukasnya.

Aziz percaya, jika semangat muda terus digelorakan, bukan tidak mungkin Indonesia yang gilang-gemilang bisa terwujud. Tentu memulai semua, harus dari diri sendiri, daerah, baru ke jenjang lebih tinggi yakni Indonesia secara utuh. a�?Dan yang terpenting harus mulai dari sekarang,a�? ajaknya.

Hadir sebagai keynote Kasat Bimas Polres Lombok Barat AKP Burhanudin. Dalam pemaparan materinya, Burhan bahkan mengajak para mahasiswa mengenang kembali bagaimana heroiknya perjuangan kaum muda di zaman perjuangan kemerdekaan.

a�?Masih ingat bukan, bagaimana organisasi Boedi Oetomo, menginspirasi lahirnya Hari Kebangkitan Nasional,a�? kata Burhan.

Semangat dari itu semua adalah upaya untuk bersatu. Tidak tercerai berai. Para pemuda harus lebih banyak melihat kesamaan dari pada perbedaan dengan pemuda lain. Hanya dengan cara ini, bangsa ini kata Burhan bisa terus bangkit dan berbenah menjadi lebih baik. Jangan malah terjebak pada pikiran sempit dan terpancing isu SARA.

“Utamakan persatuan demi keutuhan NKRI dan disinilah peran dan tugas pemuda paling besar saat ini,a�? tandasnya.

Dalam seminar itu, hadir juga pembicara-pembicara kompeten di bidangnya. Seperti, Akademisi Agus Dedy Putrawan. Lalu, ada juga ketua DPD KNPI NTB, Hamdan Kasim. Ia memaparkan tentang pentingnya makna kebersamaan pemuda dan gelora membangun bangsa. (zad/r5/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka