Ketik disini

Headline Selong

Setahun Penduduk Lotim Bertambah 18 Ribu

Bagikan

SELONG – Tingginya pertambahan jumlah penduduk menjadi masalah yang harus dihadapi Pemerintah Lombok Timur (Lotim). Untuk itulah Kepala BPPKB Lotim, H Suroto kembali mengingatkan pentingnya pengendalian dan perencanaan jumlah kelahiran.

a�?Kalau jumlah penduduk terus bertambah, otomatis kebutuhan akan pangan juga akan semakin besar. Sementara lahan pertanian kan semakin sempit,a�? ungkap dia kepada Lombok Post.

Dijelaskannya, saat ini angka kelahiran di Lotim di atas satu persen. Dengan persentase ini dijelaskan sebanyak 26 ribu jiwa lahir setiap tahun. Sedangkan jumlah kematian mencapai 8-9 ribu per tahun.

a�? Berarti ada sekitar 17-18 ribu jumlah penduduk Lotim bertambah setiap tahun,a�? jelasnya.

A�Saat ini jumlah penduduk Lotim sekitar 1,29 juta. Kini untuk mengendalikan jumlah penduduk, Pemkab Lotim butuh upaya dari semua pihak untuk merencanakan kelahiran.

A�a�?Karena kan hanya angka kelahiran saja yang bisa direncanakan. Tidak mungkin kita menambah angka kematian untuk menyeimbangkannya,a�? cetusnya tersenyum.

Untuk itulah, upaya pencegahan pernikahan usia dini menjadi salah satu solusinya. Saat ini kasus pernikahan usia dini di Lotim masih sangat tinggi. BPPKB Lotim mencatat dari 12.683 perkawinan setiap tahunnya, 29 persennya merupakan pernikahan usia dini.

A�a�?Berarti ada sekitar 4 ribu perkawinan anak-anak di bawah 19 tahun. Ini kalau mereka menikah (hampir) pasti mereka akan melahirkan,a�? jelasnya.

Untuk menunda perkawinan program A�wajib belajar 12 tahun dirasa menjadi solusi yang tepat. a�?Kalau anak-anak semua sekolah apalagi kuliah. Mereka tidak akan banyak berpikir untuk menikah.,a�? terangnya.

Untuk itu, akses pendidikan diharapkan ke depan bisa dipermudah. Selain itu, sejumlah fasilitas pendidikan menurutnya harus dibangun di sejumlah wilayah terpencil. Mengingat kasus pernikahan dini di Lotim didominasi wilayah terpencil seperti Pulau Maringkik, Jerowaru, hingga sejumlah wilayah pinggiran lainnya.

a�?Kalau anak-anak nggak bisa sekolah, mereka ya mikirnya pasti kawin,a�? tandasnya.

Sementara itu, koordinator Lembaga Mampu Bakti yang fokus di bidang pemberdayaan perempuan, Nurjanah mengungkapkan hal senada. Dijelaskannya, pernikahan usia dini menjadi sumber dari berbagai persoalan yang ada di Lotim. Mulai dari kekerasan rumah tangga, anak yang terbengkalai akaibat perceraian dan lainnya.

a�?Penyebabnya adalah pernikahan usia dini ini. Karena kan mental anak-anak yang menikah belum matang,a�? jelas Nurjanah. (ton/r2)

A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka