Ketik disini

Kriminal

CPNS K2 Gugat Bupati Dompu

Bagikan

MATARAMA�– Forum CPNS Katergori Dua Kabupaten Dompu akhirnya A�menempuh jalur hukum. Mereka menggugat Bupati Dompu H Bambang Yasin ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram.

Ratusan CPNSD yang dibatalkan pengangkatannya oleh A�Badan Kepegawaian Nasional Regional Denpasar memperkarakan surat keputusan tim verifikasi. Surat Keputusan (SK) pengangkatan A�itu diterbitkan bupati untuk mengecek keabsahan data para CPNSD tersebut.

Kemarin, perkara tersebut sudah disidangkan dengan agenda persiapan. Sidang tertutup itu dipimpin Hakim Ketua Firdaus Muslim. SidangA� juga dihadiri pihak penggugat dan tergugat. Penggugat diwakili Hadi Purwanto Cs. Sedangkan, Pemkab Dompu mengutus Kabaghukum Khairuddin didampingi Kasubag Bantuan Hukum Furkan.

Usai sidang, Humas Forum K2 Dompu Hadi Purwanto menjelaskan, gugatan ini hanya ditujukan kepada bupati saja selaku penerbit SK tim verifikasi. a��a��Kita gugat bupati saja,a��a�� kata Hadi kepada Lombok Post di PTUN Mataram, kemarin.

Gugatan ini tambah Purwanto tidak terbatas pada pembatalan SK yang dikeluarkan BKN. Melainkan untuk tim verifikasi yang dibentuk Bupati Dompu.

“Pembatalan SK dari BKN pun termasuk, karena pembentukan tim itu membuat SK CPNS kami dibatalkan,” kata dia.

Para penggugat masih mempertanyakan dasar pembatalan NIP yang dilakukan BKN Denpasar. Sebabnya, mereka mengikuti proses rekrutan CPNS K2 sesuai aturan dan ketentuan dari pemerintah daerah.

“Kami ikuti proses dari awal, termasuk melalui tes. Hingga muncul 390 orang dinyatakan lolos dan berhak sebagai CPNS K2,” kata dia.

Namun, kelulusan 390 orang rupanya mengundang protes. Masyarakat yang tidak puas mempertanyakan keabsahan lulusnya 390 orang tersebut. Menyikapi hal tersebut, Pemkab Dompu akhirnya membentuk tim verifikasi melalui SK Bupati, yang diketuai inspektorat. Dari tim verifikasi itulah akhirnya muncul 134 nama yang tidak memenuhi kriteria. Muaranya, BKN lantas membatalkan NIP CPNS mereka.

“Padahal kalau melihat aturan, seharusnya tim verifikasi itu dibentuk BKN,” ujarnya.

Sementara, Kabaghukum Pemkab Dompu A�Khairuddin mengakui belum mengetahui materi gugatan itu secara utuh.

a��a��Saya belum baca gugatannya, jadi belum tahu apa isi dari gugatan mereka,a��a�� ujarnya.

Sekda Dompu Kembali Diperiksa Polisi

A�

Semetara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu Agus Bukhari kembali diperiksa polisi. Kali ini, penyidik Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB menanyakan proses pembatalan SK CPNS K2 Dompu.

Pemeriksaan yang dilakukan diruang penyidik Subdit II, dimulai sekitar pukul 12.00 Wita, kemarin (25/10). Agus yang mengenakan kemeja putih, menjalani proses pemeriksaan hingga pukul 19.00 Wita.

Usai pemeriksaan, Agus mengatakan hanya memberikan keterangan tambahan seperti yang diminta penyidik. a�?Yang normatif saja, terkait proses SK pembatalan,a�? kata Agus.

Mengenai pembentukan tim verifikasi yang akhirnya membatalkan SK, disebut Agus sudah sesuai ketentuan. Di mana verifikasi terhadap CPNS K2 merupakan kewenangan dari Bupati.

Saat disinggung soal 390 orang CPNS K2 saat pengajuan kedua dan diajukan kepada Bupati tanpa melalui Sekda, Agus mengaku tidak mengetahui hal tersebut. a�?Mungkin pada waktu itu saya sedang di luar daerah,a�? kata dia.

Hanya saja, secara prosedur kerja, semua dokumen yang akan masuk ke meja pimpinan harus melalui sekda. Sebab itu akan menjadi bahan untuk pengambilan keputusan.

a�?Agar kebijakan yang diambil itu clear, tidak ada masalah,a�? katanya.

Lebih lanjut, Agus mengaku pada usulan pertama, dimana 256 CPNS K2 dinyatakan lolos verifikasi dan sisanya 134 orang tidak memenuhi kriteria, telah melalui dirinya. Saat itu, dia juga telah juga telah memparaf pengajuan untuk 256 orang tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, jajarannya masih tetap memberi atensi terhadap penanganan dugaan korupsi di kasus CPNS K2 Dompu. a�?Ini penyidik terus memeriksa saksi-saksi yang berkaitan dengan perkara tersebut,a�? ujar Tri Budi.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka