Ketik disini

Kriminal

Mantan Kades Lekor Terbukti Korupsi

Bagikan

MATARAMA�– Terdakwa kasus korupsi Dana Desa (ADD) Lekor, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah (Loteng) Anwar Haris divonis, kemarin (26/10). Hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Mataram menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan (2,5 tahun).

Selain hukuman badan, Hakim menghukum terdakwa untuk membayar denda Rp 50 juta subsidair dua bulan penjara. Bukan itu saja, terdakwa diputuskan membayar uang pengganti sebanyak Rp 185,6 juta.

Hukuman yang diterima terdakwa ini lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dihukum 4 tahun 6 bulan penjara.

Sidang yang berlangsung sejak pukul 16.00 Wita, dipimpin Hakim Ketua AA Ngurah Rajendra. Dalam putusannya, hakim memutus terdakwa secara sah melanggar pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.

“Terdakwa terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman 2 tahun enam bulan,” kata Rajendra.

Terkait vonisnya, Rajendra menanyakan kepada terdakwa apakah vonis tersebut bisa diterima atau nantinya akan mengajukan banding.

“Saya terima pak,” ujar Haris pelan.

Sementara itu, JPU dari Kejari Praya Andrie Dwi Subianto mengaku masih akan pikir-pikir terkait vonis hakim yang lebih rendah dari tuntutan jaksa. “Kita pikir-pikir dulu, nanti akan koordinasi dengan pimpinan,” kata dia.

Diketahui, Anwar Haris telah melakukan penyelewengan ADD 2014 serta raskin di tahun yang sama. Atas perbuatannya negara menderita kerugian sekitar Rp 185 juta.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka