Ketik disini

Bima - Dompu

Diduga Ada Pungli Bibit Jagung Gratis

Bagikan

BIMA – Kasus dugaan pungutan liar (Pungli) terjadi pada kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Tambora. Tujuh poktan yang menerima bantuan bibit jagung subsidi harus mengeluarkan biaya.

Kepala Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora Syahbudin Yunus mengecam ulah UPT Pertanian Tambora yang meminta uang pada tujuh poktan yang menerima bantuan bibit subsidi.

”Poktan di desa saya diminta uang Rp 700 ribu untuk tiap poktan. Kemudian, poktan menjual bibit jagung itu pada anggota kelompok dengan harga Rp 200 ribu per dus,” ungkapnya pada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin.

Kata dia, bibit jagung bantuan dari APBN itu mestinya diberikan secara gratis. Karena seluruh biaya distribusi bibit itu ditanggung. Namun, oknum UPT Pertanian meminta uang dengan alasan biaya administrasi.

”Kejadian ini sempat membuat poktan ribut karena awalnya mereka tidak mau membayar uang yang dimnta UPT,” sebutnya.

Syahbudin akan melaporkan kasus ini pada Bupati Bima. Karena ulah oknum UPT Pertanian Tambora sudah tidak bisa ditolerir. Memperdagangkan bibit bantuan.

Kepala UPT Pertanian Kecamatan Tambora Nurdin membantah meminta uang administrasi pada tujuh poktan di Desa Labuan Kananga.

”Saya baru dengar kabar soal itu. Sementara bibit sudah selesai kita bagikan pada poktan,” katanya dihubungi via telepon, kemarin.

Menurutnya, bibit jagung itu diserahkan langsung pada poktan. Mereka tidak pernah meminta uang pada kelompok tani, apalagi dengan alasan uang administrasi.

”Itu tidak benar. Kalau mau, silakan turun cek sendiri pada kelompok tani soal itu,” pungkasnya. (dam/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka