Ketik disini

Bima - Dompu

Pacoa Jara dan Gegerok Tandak jadi Warisan Takbenda

Bagikan

JAKARTAPacoa Jara di Bima dan Gegerok Tandak dari Lombok Utara, dua kekayaan budaya NTB ditetapkan sebagai Warisan Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dua Warisan Takbenda dari NTB itu diumumkan tadi malam di Gedung Kesenian Jakarta dalam Perayaan Warisan Tak Benda Indonesia 2016. Secara keseluruhan, total ada 150 Warisan Takbenda yang diumumkan dari seluruh Indonesia.

Seperti di DKI Jakarta diwakili oleh kuliner khas gado gado dan soto Betawi. Kemudian bergerak di Jawa Timur ada kesenian Jaran Kancak serta hidangan bersantan ayam lodho yang popular di Tulungagung dan Trenggalek.

Karya budaya lain yang diakui sebagai warisan budaya takbenda adalah upacara adat Apeman Yaqowiyu dan ruwatan rambut gimbal dari Jawa Tengah. Kemudian ada Jatihlan Jogjakarta, wayang kulit Banjar dari Kalimantan Selatan, dan perkawinan adat Mandar di Sulawesi Barat.

Pacoa Jara adalah kekayaan budaya NTB yang sangat khas. Atraksi ini identik dengan joki-joki cilik. Sementara Gegerok Tandak, adalah salah satu atraksi seni tari nan indah yang merupakan seni tari atraksi secara bersama-sama. Dua kekayaan budaya ini masuk dalam kategori Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-perayaan.

Dengan penetapan ini, maka Pacoa Jara dan Gegerok Tandak menyusul atraksi Peresean yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai Warisan Takbenda pada 2014 dan Ayam Taliwang yang dietapkan pada 2015.

Ketua Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Indonesia Pudentia menuturkan jumlah usulan yang masuk awalnya mencapai 474 karya budaya. Kemudian tim melakukan seleksi berdasarkan 15 kriteria yang sudah ditetapkan. a��a��Di antaranya adalah terancam punah, sudah berjalan dua sampai tiga generasi, dan yang rentan atas klaim negara tetangga,a��a�� jelasnya kemarin.

Pudentia menjelaskan banyak sekali usulan penetapan warisan budaya yang gugur atau perlu ditinjau ulang. Diantara penyebabnya adalah pemda tidak bisa menyuguhkan film documenter terkait kebudayaan yang diusulkan. Dia mengungkapkan banyak pemda yang asal ambil video di Youtube.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Nadjamuddin Ramly menjelaskan setiap tahun jumlah karya budaya yang ditetapkan sebagai warisan takbenda terus bertambah. Pada 2013 lalu ada 77 karya budaya yang ditetapkan. Kemudian di 2014 ada 96 dan periode 2015 ada 121 karya budaya.

Nadjamuddin menjelaskan pemda tingkat provinsi diharapkan tidak sekedar aktif mengusulkan budaya untuk dapat pengakuan warisan budaya takbenda. a��a��Tapi juga harus ada komitmen untuk menyiapkan anggaran pelestarian dan pengembangannya,a��a�� jelasnya.

Dia menuturkan ketika ada lima karya budaya yang diakui, maka pemerintah provinsi harus menyiapkan anggaran merawat lima mata budaya itu. a��a��Kami tidak ingin sekedar pengukuhan-pengukuhan,a��a�� kata dia. (wan/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka