Ketik disini

Metropolis

Perlu Sebulan Rumuskan Langkah

Bagikan

MATARAM – Meski Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan serius dan siap turun tangan, hingga kini belum diketahui langkah kongkret untuk menangani sampah Rinjani yang sudah terjadi berbilang tahun. Dewan Persampahan minta waktu sebulan untuk merumuskan langkah jitu.

Anggota Dewan Persampahan Syaful Rohman yang dikonfirmasi Lombok Post kemarin mengaku belum bisa memberikan komentar banyak untuk saat ini. Sebab, belum ada kewenangan memberikan keterangan pers.

Ia menjelaskan, keberadaan Dewan Persampahan terkait penanganan sampah di Rinjani sifatnya hanya membantu. Namun dikatakan, dalam pengelolaan sampah di Taman Nasional Gunung Rinjani, maka harus dibuat rencana jangka pedek dan jangka panjang.A� Untuk merumuskan ini masih menunggu waktu sekitar satu bulan. a�?Saya hanya men-suport agar tim ini memiliki sasaran-sasaran yang lebih tepat,a�? katanya.

Secara terpisah, Direktur Pengelolaan Sampah pada Pusat Pengendalian Pengembangan Ekoregion (PPPE) Bali Nusra Sudirman menegaskan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serius untuk membantu membersihan Gunung Rinjani. a�?Kita tidak janji manis, harus kerja tidak boleh janji-janji, kalau janji manis nanti dipecat aku,a�? katanya pada Lombok Post, kemarin (27/10).

Menurutnya, saat ini bukan lagi zaman janji manis, karena semangat pemerintah adalah untuk kerja dan kerja demi pembangunan.

Kendati begitu, posisi pihaknya dalam hal ini hanya membantu Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk menjadikan Rinjani sebagai destinasi wisata yang bersih dan ramah lingkungan.

Saat ini memang belum ada yang bisa dijelaskan terkait rencana detail. Karena memang masih menunggu rumusan dari tim kecil yang dibentuk Pemprov NTB.

Namun, kata Sudirman, banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya dari sisi pemantauan harus ada mekanisme pemantauan yang lebih baik. Memberikan edukasi bagaimana caranya agar pendaki yang membawa makanan ke gunung juga membawa sampahnya A�saat turun. a�?Dan masih banyak lagi langkah-langkah kerja yang akan dirumuskan tim,a�? katanya.

Dewan Persampahan dalam hal ini hanya akan membantu perumusan kebijakan yang ada di pemerintahan, khususnya di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menangani sampah. Pihaknya meminta agar dewan persampahan juga terlibat membantu daerah.

Hal yang harus dilakukan ke depan adalah memperketat masalah aturan, sebab sampah yang ada di Rinjani bukan disebabkan warga yang tinggal di sana. Tetapi orang-orang yang datang mendaki dari luar. Mereka bermain dan berwisata di Rinjani, tapi sayangnya mereka ke sana juga membawa sampah.

a�?Sehingga harus lebih dijaga, siapapun yang berkunjung ke Rinjani jangan sampai meninggalkan sampaj di Rinjani,a�? katanya.

Hanya saja untuk ini, dibutuhkan sosialisasi dan aturan yang lebih mengikat dari pemerintah daerah. Hal yang harus dilakukan adalah melakukan sosialisasi yang intensif agar warga paham. Jika tidak melakukan penyadaran, maka publik tidak akan paham. Misalnya, mengkampanyekan bahaya sampah bagi lingkungan dan sebagainya.

Pemerintah pusat dalam hal ini akan membantu Balai TNGR sebagai perpanjangan tangan kementerian dan pemerintah pusat di kawasan tersebut. Selain itu, dukungan anggaran juga sangat dibutuhkan dalam hal ini. a�?Tapi harus dibahas lebih lanjut,a�? ujarnya. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka