Ketik disini

Selong

Polsek se-Lotim Gelar Fogging

Bagikan

SELONG – Musim hujan mulai tiba. Untuk itu, sejumlah persiapan dilakukan menghadapinya. Antara lain A�fogging atau pengasapan. Hal ini mengingat ketika musim hujan tiba, selalu diiringi dengan bermunculannya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kemarin (27/10) sejumlah Polsek yang ada di wilayah Lombok Timur (Lotim) mulai melakukan fogging.

A�”Ini merupakan arahan dari Kapolda. Semua Sektor di masing-masing Kabupaten kota dilakukan fogging,” jelas salah seorang tim pelayan kesehatan Biddokes POLDA NTB, Brigadir Agus Suprianto.

Fogging di setiap Polsek merupakan agenda rutin Polda NTB untuk mencegah penyakit DBD menyerang anggota kepolisian. Hal ini mengingat hampir setiap tahun DBD ditemukan di seluruh Kabupaten Kota yang ada di NTB. Trendnya, jumlahnya pun terus meningkat. “Makanya semua Polsek akan dilakukan fogging dari 26 Oktober hingga 8 Nopember,” ujar Agus.

Dalam sehari, ada dua polsek tempat dilakukannya fogging. Area yang disisir mulai dari ruang kerja, ruang tamu, toilet, hingga sejumlah tempat yang menjadi sarang nyamuk dan tempat beraktivitas para aparat kepolisian. “Ini sebagai upaya antisipasi,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Lotim, drg I Made Pradnya Adiputra menjelaskan upaya fogging kurang efektif untuk mencegah DBD. Dijelaskannya masyarakat lebih baik mengedepankan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M.

“Fogging itu kan hanya membunuh nyamuk dewasa. Lalu bagaimana dengan jentiknya terus,” ucapnya.

Jika melakukan PSN dengan 3M, dikatakan Sekdis akan memberantas nyamuk secara keseluhuran. Mulai dari jentik. Bukan hanya nyamuk dewasa. Selain itu, upaya PSN dikatakan jauh lebih mudah dan murah dilakukan dibanding fogging.

“Kalau fogging kan butuh biaya puluhan juta. Makanya kami lebih menekankan di setiap Puskesmas untuk mengimbau masyarakat melakukan PSN dengan 3M,” jelasnya.

Selama tahun 2016 ini jumlah pendedrita DBD di Lotim diklaim pihak Dinas Kesehatan mengalami penurunan. Hanya saja untuk data pastinya Sekdis mengaku tidak ingat data rilnya. “Nggak nyampe seratus. Jumlahnya hanya puluhan per tahun. Itu menurun berkat upaya imbauan PSN di setiap Puskesmas,” tandasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka