Ketik disini

Headline Metropolis

Tramadol Mengintai, Pemerintah Landai

Bagikan

MATARAM – Peredaran obat keras daftar G yakni Tramadol kian meresahkan warga Kota Mataram. Ancaman rusaknya generasi muda, karena obat ini sudah di depan mata. Sayangnya sampai saat ini, Pemerintah Kota Mataram, belum mengeluarkan sikap resmi. Membiarkan atau melawan.

Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh menyampaikan pernyataan normatif dengan persoalan ini. Ia meminta orang tua lebih memperketat pengawasan. Begitu juga pihak sekolah.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga diminta memetakan persoalan. Sehingga antisipasi bisa disiapkan mengurangi dampak yang lebih parah lagi. “Kelemahan-kelemahan itu yang perlu kita tangani,a�? kata Ahyar.

Ahyar enggan menyebut masuknya Tramadol ke dunia pendidikan hanya kesalahan pemerintah semata. Ia menilai ada peran keluarga yang masih kurang di sana. Terutama membentuk karakter anak lebih selektif menghindari bahaya obat-obat keras.

a�?Tidak bisa sepenuhnya pemerintah, tetapi keluarga juga penting membentengi anak-anak,a�? tegasnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Mataram Rudi Suryawan mengaku masih menyelidiki persoalan ini. Ia enggan mengomentari pihaknya lemah dalam melakukan pengawasan. Padahal jauh-jauh hari, media dan masyarakat sudah mengingatkan.

Rudi juga memilih diam terkait pengawasan pada salah satu kantong peredaran Tramadol di Gomong Lama. A�a�?Tapi sudah saya sampaikan pada BNN,a�? kata Rudi.

Ia hanya menjanjikan segera berkoordinasi lagi. Memetakan persoalan ancaman Tramadol di tengah masyarakat. Ia belum bisa menyampaikan sejauh mana tingkat keseriusan ancaman Tramadol di tengah masyarakat. a�?Nanti kami sampaikan hasilnya ya,a�? kata Rudi singkat.

Kapolres Mataram, AKBP Heri Prihanto juga masih irit bicara. Ia mengimbau masyarakat memperketat pengawasan pada putra putrinya. Jika ada gelagat mencurigakan, segera menyampaikan pada aparat kepolisian.

“Jangan hanya andalkan pihak Kepolisian saja, jadi ayo masyarakat juga ikut mengawasi,a�? kata Heri.

Heri menolak pihaknya dianggap pasif dan lambat dalam menyikapi persoalan ini. Secara tegas ia mengatakan jika ada laporan dari masyarakat pasti ditindak. Pihaknya juga terus bekerja untuk mendeteksi dari mana dan obat ini berasal.

a�?Pasif bagaimana, ya kita tindak kalau ada laporan,a�? kilahnya.

Heri juga enggan berspekulasi soal adanya keterlibatan oknum TNI atau Polisi dibalik peredaran obat keras ini. Saat ini pihaknya masih fokus bekerja mengejar para pengedar dan otak dibalik penjualan yang kian marak.

“Kami tidak mau beranai-andai, nanti malah jadi fitnah,a�? tegasnya.

Terkait proses hukum pada lima anak yang jadi pengedar di SMPN 22 Mataram yang sempat ditahan kemarin, Heri mengaku belum dapat laporan. Upaya memutus mata rantai peredaran Tramadol akan dilakukan bekerja sama dengan pihak sekolah.

Tidak hanya itu, BPOM dan pihak Dinas Kesehatan juga akan dimintai informasi. a�?Kita harus putus mata rantainya,a�? tandas ia. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka