Ketik disini

Metropolis

Kunjungan Wisatawan, Seret

Bagikan

MATARAM a�� Target kunjungan wisatawan Kota Mataram, hingga jelang akhir bulan ini, diangka 380 ribu kunjungan. Angka ini masih jauh jika dibandingkan capaian tahun 2015 yakni 428 ribu kunjungan. Jika melihat sisa waktu tahun 2016 yang tersisa dua bulan lagi, kecil kemungkinan angka kunjungan menyamakan capaian tahun 2015.

a�?Di Festival Mataram (mendatang), kita harap angka kunjungan sebanyak-banyaknya,a�? kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram, Abdul Latif Najib.

Pria yang kerap mengenakan peci hitam ini yakin Festival Mataram mampu dongkrak angka kunjungan ke kota. Ia menaksir, acara dengan biaya setengah miliar lebih itu mampu jadi magnet wisatawan. Prediksinya, minimal 10 ribu wisatawan siap banjiri kota. Okupansi hotel juga bisa naik disaat tahun sebelumnya, Oktober biasanya low seasion.

a�?Festival Mataram kita target di tanggal 24, 25 dan 26 November,a�? terang dia.

Kegiatan ini diharapkan kembali menggairahkan sektor jasa dan perdagangan. Terutama perhotelan dan usaha kecil rakyat. Aneka kegiatan antara lain, permainan rakyat, kuliner, acara inti dan parade kebudayaan.

a�?Detail acara belum bisa kita sampaikan, sebab pemenang tender yang akan mengelola acara ini belum ada,a�? ujarnya.

Pada dasarnya, program sudah melewati tahap lelang. Saat ini, proses sanggah dari peserta yang ikut tender. Sekadar diketahui, ini adalah kali pertamanya Festival Mataram dibiayai secara khusus. Di bawah Disbudpar. Sebelumnya, anggaran gantungan dari masing-masing SKPD dengan program kerja serupa.

a�?Sekarang anggarannya dari Disbudpar, sebelumnya di masing-masing SKPD,a�? ulasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Herman mengkritik kerja Disbudpar. Kota Mataram dengan potensi wisata luar biasa, sampai saat ini dikelola setengah hati. Akibatnya jumlah kunjungan masih rendah walau sudah jelang akhir tahun.

a�?Sebagai mitra kerja, kami juga sayangkan kinerja Disbudpar saat ini,a�? kritik Herman.

Politisi Gerindra ini menganggap, ada tidak adanya Disbudpar, pariwisata di Kota Mataram tidak berubah. Event acara tidak pernah berhasil membuat warga luar kota, tertarik kembali ke Kota Mataram.

a�?Kerja mereka itu seperti orang hidup segan, mati gak mau,a�? sindirnya.

Bukan tanpa alasan, Herman menilai performa Disbudpar jauh dari harapan. Ia bahkan mengaku pernah menyemprot dinas itu karena terlihat enggan menjalin komunikasi dan kemitraan dengan legislatif.

a�?Kami bahkan tidak tahu berapa target wisatawan tahun ini,a�? kata Herman dengan nada kecewa.

Padahal sektor pariwisata menjadi salah satu andalan kota ini. Urat nadi perekonomian rakyat harus dikelola dengan lebih baik lagi. Kemitraan dengan semua steakholders di sektor pariwisata harus ditingkatkan. Selain itu penting juga memperkaya terobosan dan gagasan agar pariwisata Kota Mataram semakin dikenal banyak orang.

a�?Hampir semua wilayah di Kota Mataram ini memiliki potensi pariwisata. Kalau data itu riil (kunjungan wisatawan capai 428 ribu) itu membanggakan, tapi dari mana datanya? Jangan sampai dibuat-buat atau hanya perkiraan,a�? sorotnya.

Ia berharap Disbudpar ke depan harus lebih jelas memaparkan metodologi pengukuran kunjungan wisatawan. Begitu juga proyek dan program harus benar-benar fokus mengelola pariwisata daerah. Bukan hanya andalkan kegiatan seremonial belaka.(zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka