Ketik disini

Sumbawa

Polisi Segera Panggil Sponsor TKI Cabul

Bagikan

SUMBAWA – Kasus dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang dialami oleh seorang calon tenaga kerja wanita (CTKW) berinisial EP, 19 tahun, yang dilakukan oknum sponsornya terus berkembang. Bahkan polisi kini menyelidiki izin PJTKI oknum sponsor tersebut dan dugaan pencabulan dalam laporannya.

A�Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Yusuf Tauziri mengatakan, laporan awalnya memang perbuatan tidak menyenangkan. Namun prosesnya masih berkembang. Bahasa yang dilaporkan pelapor memang perbuatan tidak menyenangkan. Namun pihaknya membaca kembali laporan tersebut. Ternyata di dalamnya diduga ada persoalan proses perekrutan TKI. Kemudian dalam laporannya juga diduga ada unsur pencabulan.

A�Menurutnya, apa yang disampaikan pelapor adalah laporan awal. Kasusnya juga masih bisa berkembang. Mengingat dalam undang-undang buruh migran diatur tentang banyak pelanggaran pidana.

A�Yusta -sapaan akrab perwira ini- mengatakan, laporannya sudah masuk ke bagian Reskrim Polres Sumbawa. Kemudian dilakukan penyelidikan terlebih dahulu. Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil terlapor berinisial Tr. Selain itu, dalam penanganan kasus ini pihaknya akan bersurat resmi ke Disnakertrans Sumbawa. Tujuannya untuk menanyakan izin resmi dari perusahaan Tr, mengingat yang bersangkutan merupakan sponsor TKI.

”Kita akan tanyakan izinnya ada atau tidak. Inikan terkait dengan kegiatan PJTKI,” ujarnya kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), Kamis (27/10).

Dia mengaku bahwa penangannya sudah dialihkan ke bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim. Sebab, dalam hal ini terlapor adalah seorang perempuan. Karena itu diminta bagian PPA untuk melakukan penyelidikan. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Disnakertrans Sumbawa terkait kasus ini.

A�Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Sebab dalam persoalan TKI ini menyangkut lebih dari satu sektor. Jadi penanganannya harus melibatkan instansi terkait lainnya. Hal ini juga dilakukan untuk mencegah terjadinya hal serupa ke depannya.

A�Koordinasi ini dirasa perlu sebab dalam rekrutmen TKI ada proses administrasi. Dimana proses pendataannya dimulai dari Dukcapil.

”Sebelumnya kami belum ke Dukcapil. Kami baru melakukan koordinasi dengan Disnakertrans,” katanya.

A�Dalam menangani persoalan TKI, lanjut Yusta, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Sebab data mengenai PJTKI adanya di Disnakertrans. Sementara data mengenai calon TKI berada di Dukcapil. Karena itu, pihaknya akan membangun kerja sama dengan dua instansi tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang calon tenaga kerja wanita (CTKW) berinisial EP, warga Desa Senawang, Kecamatan Orong Telu, terpaksa melaporkan seorang oknum sponsor berinisial Tr ke Polres Sumbawa. Sebagai Tr menginformasikan hasil pemeriksaan kesehatan EP dan mengatakan bahwa EP memiliki penyakit di rahimnya. Dalam hal ini, Tr mengatakan cara untuk mengobatinya adalah dengan memasukkan alat kelaminnya ke kelamin EP. Tr beralasan, jika hanya memasukkan tangan saja tidak akan nikmat rasanya. Apabila terjadi apa-apa, Tr berjanji akan memberikan uang sebesar Rp 100 juta kepada EP. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka