Ketik disini

Praya

Suhaili Tolak Saran Wagub

Bagikan

PRAYA – Bupati HM Suhaili FT merasa geram, begitu mendengar dan membaca wilayah Nambung mendapat status quo. Ia menegaskan, pihak luar, tidak berhak memutuskan kebijakan soal wilayahnya di Lombok Tengah (Loteng), siapa pun itu dan apa pun jabatannya.

a�?Kok seenaknya saja mau di status quo. Ingat, ini wilayah dan tanah kami,a�? tegas Suhaili, kemarin (28/10) usai memimpin upacara Sumpah Pemuda di Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya.

Atas dasar itu, pihaknya merasa berhak melakukan aktivitas apa pun di wilayahnya, tidak boleh ada yang melarang, baik fisik maupun non fisik.A� Orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu juga mengaku, akan mulai keras menyikapi soal Nambung.

A�Sikap itu dilandasi atas desakan warga Montong Ajan, yang sudah berkali-kali mendatangi kantor bupati dan Gedung DPRD, mereka meminta keseriusan Pemkab memperhatikan wilayah perbatasannya tersebut.

a�?Karena ini permintaan pimpinan tertinggi saya yaitu rakyat, makaA� mau tidak mau, saya harus bergerak cepat dan lebih keras lagi,a�? kata Ketua DPD I Golkar NTB itu.

Ia menegaskan, Pemkab Loteng tidak perlu menunggu keputusan Kemendagri, tidak perlu juga mengacu pada berita acara kesepakatan bersama. Kecuali, ketetapan Undang-undang Nomor Tahun 69 Tahun 1958, tentang pembentukan daerah tingkat II dalam wilayah daerah tingkat I Bali, NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kendati demikian, pihaknya meminta agar Lobar menunjukkan landasan hukum tentang, kepemilikan Nambung, peta asli, titik koordinat wilayah, dan dokumen lainnya. Loteng pun, tekan Suhaili siap menunjukkan juga. a�?Mari kita perjelas semuanya. Kapan dan dimana,a�? tantangnya.

Ia menambahkan, dinamika yang terjadi di wilayah perbatasannya itu, membuat pihaknya mengeluarkan perintah kepada seluruh SKPD lingkup Pemkab dan pemerintah kecamatan, untuk membagi program kerjanya masing-masing ke seluruh pelosok wilayah perbatasan. Khususnya, dengan Lobar. Mantan Ketua DPRD NTB itu, tidak ingin satu persatu wilayahnya diklaim.

Tidak itu saja, pihaknya juga memerintahkan SKPD tertentu untuk menertibkan dokumen penting, yang berkaitan langsung dengan tapal batas wilayah, sekecil apa pun itu. a�?Intinya, kita memegang prinsip bahwa, kita tidak pernah melakukan perubahan bentuk wilayah. Itu saja,a�? tambah Suhaili.

Seperti diberitakan sebelumnya Wagub NTB Muhammad Amin menegaskan baik Lobar dan Loteng tidak diizinkan melakukan aktifitas apun untuk sementara waktu di wilayah Nambung. Wagub meyatakan wilayah ini dalam status quo untuk meghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka