Ketik disini

Giri Menang

Wisatawan Keluhkan Fasilitas Umum

Bagikan

GIRI MENANGA�– Kabupaten Lombok Barat (Lobar) selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Provinsi NTB. Banyak objek wisata primadona yang mampu menarik sejumlah wisatawan datang berkunjung. Sebut saja, kawasan Pantai Senggigi, dan beberapa gili di kawasan Sekotong.

Sayangnya, predikat Lobar sebagai destinasi wisata belum dipercaya sepenuhnya oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.A�Seiring mulai muncul banyak permasalahan sepele di daerah kawasan wisata.

Mulai dari ketersedian toilet, kebersihan pantai, perilaku membuang sampah, hingga membayar retribusi ke obyek wisata, ternyata diperhatikan betul oleh wisatawan yang datang berkunjung.

Untungnya, hasil penelitian yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) 55 baru-baru ini menunjukkan, Indeks Kepuasan Pengunjung (IKP) di kawasan wisata Lobar, merasa puas. Dengan nilai IKP 74,78 persen.

Penelitian ini mereka lakukan di sembilan objek wisata andalan di Lobar. Yakni, Pantai Senggigi, Taman Suranadi, Pantai Meninting, Pura Batu Bolong, Pura Gunung Pengsong, Pura Lingsar, Taman Narmada, dan Pantai Mangsit.

Salah seorang mahasiswa STIS 55 yang melakukan penelitian Ni Putu Rida mengatakan, rata-rata wisatawan yang datang berkunjung mengeluhkan fasilitas toilet di kawasan wisata itu. A�Ia menyebutkan, toilet di objek wisata masih minim, sehingga pengunjung harus mengantri untuk menggunakan toilet. Belum lagi kondisi toilet yang kurang bersih.

a�?Hasil survei kami, dua pantai bahkan belum ada toilet, Pantai Meninting dan Pantai Mangsit,a�? jelasnya.

Meski demikian, karakter sumber daya manusia (SDM) di tempat wisata mendapat apresiasi dari wisatawan. a�?Kalau masyarakatnya sudah siap, tinggal lingkungannya belum siap,a�? ucap Putu.

Masalah sampah masih menjadi masalah klasik di kawasan wisata Lobar. Jika tidak segera diatasi, tentu permasalah ini mengacam tingkat kunjungan wisatawan.

Dalam seminar di aula Bappeda Lobar kemarin (28/10), mahasiswa STIS 55 lainnya Yustina Eva mengatakan, NTB khususnya Lobar sudah mulai dilihat sebagai destinasi wisata alternatif. Potensi pariwisata di Bumi Patuh Patut Patju memliki daya tarik tersendiri, seperti Pantai Senggigi.

a�?Daya tarik utama pariwisata di Lobar adalah konsolidasi alamnya yang indah,a�? ujarnya.

Kendati secara umum, hasil penelitian mereka, wisatawan merasa puas, namun ada beberapa hal yang harus diperbaiki seluruh stekholders di Lobar. Kata Eva, terutama terkait sarana pendukung, A�seperti toliet, tempat sampah, dan ketersedian air bersih

a�?Objek wisata di Lobar area resapan air yang baik, masih relatif sedikit,a�? terangnya.

Selanjutnya, berdasarkan analisa menggunakan BTS, diperoleh hasil masyarakat Lobar yang tinggal di daerah pariwisata memiliki niai human system dan ecosystem masing-masing sebesar 6,16 dan 3,37. Artinya pariwisata Lobar berada di level potentially unsestainable.

a�?Jadi wisatawan meras puas terhadap kearifan lokal di daerah pariwisata,a�? ujarnya.

Berdasarkan beberapa hasil temuan tersebut, Eva berharap, Pemkab Lobar dalam hal ini Dinas Pariwisata semakin gencar melakukan promosi kreatif pariwisata. Tidak hanya melalui kegiatan pemerintahan, namun melalui media sosial dan media kreatif lainnya.

a�?Disarankan agar mengoptimalkan program bank sampah. Karena wisatawan lebih menyukai objek wisata yang bersih dan nyaman,a�? pesannya. (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka