Ketik disini

Bima - Dompu

Tramadol yang Beredar Diduga Palsu

Bagikan

BIMA – Kasat Narkoba Polres Bima IPTU I Made Dhimas memastikan tramadol yang beredar di wilayah hukum Polres Bima palsu. Hal itu dilihat dari ciri-ciri fisik maupun dokumen dari produsen resmi obat tersebut.

Dijelaskan, ada beberapa fakta terkait obat jenis tramadol.Menurutnya, izin produksi tramadol dari Sukabumi ini sudah ditarik berdasarkan keputusan kepala BPOM RI tahun 2015. Sehingga obat dengan ciri-ciri tersebut dilarang untuk diedarkan. Sementara dari segi kesehatan, efek yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi tramadol tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Penyebaran tramadol yang kian marak menjadi perhatian khusus pihak kepolisian dan pemerintah daerah,” jelasnya pada Radar Tambora (Lombok Post Group), Minggu (30/10).

Dikatakan, pelaku pengedar tramadol bisa dipidana. Mereka akan dikenakan Pasal 197 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

“Itu konsekuensi hukum bagi pengedar obat keras jenis tramadol,” tegasnya.

Diakui Dhimas, Polres Bima Kabupaten saat ini tengah menangani beberapa kasus kepemilikan tramadol.Berkas tersebut akan dilimpahkan ke kejaksaan. Ia berharap hal tersebut memberikan efek jera dan mampu meminimalisir peredaran dan penggunaan tramadol.

“Kami lakukan ini sebagai upaya represif dalam memberantas peredaran tramadol. Sebelumnya kami juga melakukan upaya preemtif dengan menyebarkan brosur dan memberikan penyuluhan,” ujarnya.

Ditambahkan Dhimas, BNNK Bima memiliki program rehabilitasi penyalahguna tramadol. Kegiatan rehabilitasi tersebut gratis. Ia berharap masyarakat yang terlanjur kecanduan agar mendatangi BNNK dan minta untuk direhabilitasi.

“Kerja sama semua pihak sangat kami butuhkan agar peredaran tramadol di Bima bisa diminimalisir,” pungkasnya. (yet/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka