Ketik disini

Metropolis

Dikritik, Wartan Meradang

Bagikan

MATARAM – Persoalan Mataram  Carft Center (MCC) yang ditinggal pedagang dan dikritik banyak pihak, membuat Plt Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram, Wartan meradang. Ia menilai, kritik itu tidak sesuai dengan fakta di lokasi.

Wartan mengklaim, pihaknya saat ini tengah bekerja. Membenahi MCC agar sesuai harapan. “(MCC belum maksimal) Kenapa kamu yang seperti ditusuk,” ketusnya.

Ia mengatakan, jika pihaknya saat ini tengah berupaya menginventarisir MCC. Wartan tak menampik, adanya penyalahgunaan ruko oleh sejumlah penyewa. Modusnya, mereka menyewa dalam jangka waktu tertentu, tetapi kemudian kembali menyewakan pada pihak lain.

“Ada (memang) yang tidak sesuai peruntukan, misalnya di atas itu untuk travel,” ungkapnya. Masih dengan nada tinggi.

Wartan memilih menyanggah balik, komentar akademisi yang meminta pemerintah mengelola MCC lebih baik lagi. Baginya, masukan itu tidak ada artinya. Menurutnya, apa yang dilakukan pemerintah tidak diketahui secara detaik oleh akademisi.

“Yang ditanya orang luar kota, mereka kan tidak tahu apa-apa,” ketusnya.

Ia bahkan mengklaim, jika ruko bawah MCC semuanya penuh. Sayangnya saat ditanya berapa persisnya jumlah penyewa di ruko bawah, Wartan mengaku tidak mengingatnya.

“Datanya di kantor (Diskoperindag),” ujar pria yang kini menjabat sebagai Asisten II Setda Kota Mataram ini.

Wartan juga mengaku tidak hafal, berapa ruko yang beralih fungsi. Termasuk jumlah pemilik ruko yang disebutnya ada yang tidak membayar sewa pun tak tak dihafal Wartan. “Loh iya, masa kita hafal semua,” sanggahnya.

Ia menyebut, kondisi MCC saat ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Diantaranya soal kebersihan. Bahkan, dalam dua bulan terakhir, pihaknya terus bekerja menginventarisir, mana saja ruko yang sesuai peruntukan dan mana yang beralih fungsi. “Sekarang masih berjalan,” ketusnya.

Jika proses inventarisir selesai dan para penyewa yang mengalihfungsikan ruko sudah mengembalikan lagi pada pemerintah karena dinilai wanprestasi, barulah pemerintah bisa memaksimalkan dan mengelola kawasan MCC sebagai tempat workshop dan pameran. “Baru kita bisa kerjakan sesuai dengan ide dari orang-orang hebat itu,” sindirnya.

Sementara, itu Sekda Kota Mataram, Effendi Eko Saswito saat dimintai pendapatnya soal pengelolaan MCC, enggan berkomentar. Ia memilih mempersilakan media menanyakan langsung pada Diskoperindag terkait pengelolaan MCC.

“Coba tanya langsung di sana. Mereka yang punya program kan,” tandasnya, sembari tersenyum. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka