Ketik disini

Metropolis

Pemprov Jangan Diam!

Bagikan

MATARAMA�– Pemprov NTB diminta tidak terlena dengan ketenaran mutiara Lombok saat ini. Dewan mendesak pemerintah lebih serius menanggapi banyaknya perusahaan budi daya mutiara yang gulung tikar di NTB.

Anggota Komisi II DPRD NTB Burhanudin mengatakan, tutupnya perusahaan-perusahaan mutiara menunjukkan pemerintah kurang aktif dalam mengawal dan menjaga produk unggulan NTB.

a�?Kalau bagus (pembinaan) mestinya dia tetap berkembang,a�? katanya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah perusahaan budi daya mutiara di NTB terus menyusut. Tahun 1990-an terdapat 30 lebih perusahaan, tapi tahun 2013 hanya tersisa 14 perusahaan. Pada tahun 2016, empat perusahaan tutup. Kini sisanya tinggal 10 perusahaan yang masih aktif.

Menurut politisi PAN Ini, pengusaha mutiara mestinya berkembang, bukan gulung tikar. Karena produk mereka merupakan ikon pariwisata Lombok. Artinya, kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah, bahwa ada sesuatu yang harus dibenani. Persoalan ini menjadi PR bagi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB ke depan, agar membangkitkan kembali perusahaan yang sudah berhenti menjadi aktif kembali.

Ia menyarankan DKP harus lebih aktif melihat ke bawah. Bagaimana kondisi perusahaan-perusahaan tersebut. Bila perlu membantu mamfasilitasi kendala-kendala yang dihadapi. Menggali akar permasalahannya, kemudian dirumuskan apa program yang bisa dilakukan. a�?Kita jangan sampai kalah bersaing dengan daerah lain, termasuk dengan negara lain,a�? katanya.

Ia mengaku akan mendukung apa saja program yang diajukan DKP untuk menghidupkan kembali usaha mutiara Lombok. Tapi sampai saat ini Burhanudin menilai belum ada upaya serius dari eksekutif untuk memperhatikan masalah ini. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka