Ketik disini

Sportivo

Sekjen PSSI NTB Terancam Dipolisikan

Bagikan

MATARAM – Piala Gubernur Cup menyisakan masalah. Sekjen Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTB Muhazam terancam diseret ke ranah hukum. Sebab, hadiah para pemenang kompetisi tersebut tak kunjung dibagikan.

Diketahui, total hadiah yang akan dibagikan senilai Rp 70 juta. Pada pertandingan itu, Persebi Bima mendapatkan juara I, PS Kemutar Telu (PSKT) mendapatkan juara II, Persidom Dompu menjadi juara III, dan Redwood FC menjadi juara IV.

Manajer Persebi Wahyudin mengaku, pembayaran hadiah itu belum ada kepastian sama sekali. Untuk itu, pihaknya akan menempuh jalur hukum terhadap persoalan tersebut.

a�?Kami sudah lama dijanjikan. Katanya bulan lalu mau dibayar. Tapi nyatanya tidak ada,a�? kata Wahyudin kepada Lombok Post, kemarin (2/11).

Untuk menyeret persoalan itu ke ranah hukum, Wahyudin akan berunding dulu bersama manajer lain. a�?Kita akan buat kesepakatan bersama untuk melapor,a�? jelasnya.

Ia menuding, apa yang dilakukan Muhazam termasukA� penipuan. Muhazam dianggap telah membohongi publik dengan mengadakan event Piala Gubernur.

a�?Tak membayar hadiah itu termasuk penipuan. Saya merasa ditipu dengan pelaksanaan event itu,a�? tandasnya.

Kondisi yang menimpa PSSI NTB saat ini sudah memerihatinkan. Karena, organisasi itu hanya digerakkan satu orang saja.

a�?Organisasi itu dijalankan oleh anggotanya. Bukan perorangan. Jika itu terus berlanjut, PSSI NTB hancur,a�? tegasnya.

Manajer PSKT Sumbawa Barat Manurung juga tetap menagih hadiah tersebut. Karena itu merupakan hak klub yang menjadi pemenang pada event itu.

a�?Asprov PSSI harus membayar dong. Jangan lepas tangan,a�? ungkapnya.

Manurung mengaku, dari keterangan Muhazam, anggaran pembagian hadiah itu akan dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2016. Namun, sampai saat ini anggaran tersebut belum juga terealisasi.

a�?Saya masih menunggu kepastiannya saja,a�? ungkapnya.

Terkait dengan rencana membawa persoalan ke pihak yang berwajib, Manurung mengaku masing-masing klub yang mendapatkan juara memang berniat melapornya. Namun, pihaknya masih menunggu kabar dari klub lain terhadap pelaporan tersebut.

a�?Ya, pernah ada pencanangan itu. Tapi, tidak kelanjutannya seperti apa,a�? jelasnya.

Terpisah, Sekjen PSSI NTB Muhazam mengatakan, pembayaran hadiah piala Gubernur tetap akan diberikan. Hanya saja butuh waktu.

a�?Saya sudah perjuangkan melalui APBDP 2016. Mudahan saja cepat cair,a�? ungkapnya.

Selain itu Muhazam juga mengaku, dia juga sedang memperjuangkan penggantian hadiah itu melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB. a�?Saya masih carikan anggaran juga ke KONI,a�? jelasnya.

Terkait dengan laporan penipuan yang akan diadukan ke polisi oleh klub Muhazam enggan menggubrisnya. Karena, menurutnya, laporan penipuan yang disangkakan mereka tidak memenuhi unsur pidananya.

a�?Silahkan saja melapor,a�? ungkapnya.

Muhazam mengungkapkan, dirinya malah akan menyerang balik mereka. Dasarnya, mereka telah membawa nama Asprov untuk melaksanakan kegiatan.

Seperti, Musdalub yang mereka lakukan di hotel Da��Praya Lombok Tengah beberapa waktu lalu. Padahal itu bukan kongres. Melainkan, diskusi bersama.

a�?Mereka sudah melakukan pembohongan publik. Itu yang akan saya laporkan,a�? tegasnya. (arl/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka