Ketik disini

Pendidikan

Dikpora NTB Oknum Pungli Usulkan Dipecat

Bagikan

MATARAM – Pungutan liar (pungli) kerap mewarnai pendidikan NTB. Mulai dari pemotongan Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), uang bangunan, hingga pungutan siswa masuk pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).a�?Mengambil dana yang bukan haknyaA� dengan alasan hak sekolah dapat dikategorikan sebagai pencurian dan pelanggaran undang-undang,a�? kata Kepala Dikpora NTB H Muhammad Suruji beberapa waktu lalu.

Ia akan mengusulkan oknum yang melakukan tindakan ini dipecat. Namun demikian, jika ada indikasi pungli harus di cek terlebih dahulu. Karena selain SD dan SMP diperbolehkan ada penambahan biaya yang subsidinya dari wali murid. a�?SMA sederajat ada sharing uang komite,a�? ucapnya.

Sementara lanjutnya, jenjang SD dan SMP tidak ada uang komite. Karena sudah ada dana BOS untuk pembiayaan proses belajar mengajar. a�?Tak boleh ada uang komite di jenjang ini,a�? sebutnya.

A�Sementara itu Kepala Ombudsman NTB Adhar Hakim mengatakan, pungli yang kerap terjadi pada dunia pendidikian NTB ini adalah sebuah pelanggaran. Guna meminimalisir hal ini maka harus ada regulasi lebih ketat. Sehingga bisa memberikan efek jera kepada oknum yang kerap melakukan pungli. a�?Kalau ada regulasi saya yakin mereka akan berpikir dua kali untuk melakukannya,a�? ucapnya. Jika tidak sambugnya, maka bisa saja mengulangi. Pasalnya, tidak ada hukuman yang diberikan kepada oknum melakukan pungli. (jay)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka