Ketik disini

Kriminal

Pengedar Tuak Belum Menyerah

Bagikan

MATARAM – Polisi terus menekan angka peredaran minuman keras jenis tuak.A� Kemarin polisi menangkap seorang warga berinisial IND bersama 60 liter tuak yang dibawanya menggunakan sepeda motor di depan kantor Desa Nyurlembang, Lombok Barat.

Kapolsek Narmada Kompol Setia Widjatono mengatakan, peredaran tuak tanpa izin masih terjadi. Tercatat, selama tiga hari terakhir jajarannya menyita lebih dari 300 liter minuman keras tradisional ini.

Penangkapan terhadap IND, lanjut Widjatono, setelah petugas melihat ia mengendarai sepeda motor dengan membawa dua jerigen. Saat diperiksa, IND mengaku jerigen tersebut berisi tuak, yang akan ia jual di wilayah Mataram.

a�?Setelah kami hitung, isinya itu ada 60 liter,a�? kata dia.

Menurut Widjatono, pihaknya semakin ketat mengawasi peredaran tuak. Setiap warga yang mengangkut, menjual dan memproduksi tuak akan diberi sanksi.

a�?Tujuannya sudah pasti, untuk menekan kriminalitas akibat pengaruh minuman keras,a�? katanya.

Terpisah, Pemkab Lobar sendiri meyadari banyak warganya yang menggantungkan hidupnya pada industri tuak. Karena itulah Bupati Lobar Fauzan Khalid tidak memproses nira dari pohon aren menjadi miras.

a�?Nira yang seharusnya bisa bermanfaat, menjadi tidak bermanfaat karena dibuat (mejadi) tuak,a�? kata dia.

Karena itu, Bupati mendorong masyarakat untuk memilih memproduksi sesuatu yang bermanfaat dari hasil sadapan pohon nira, ketimbang tuak semisal gula maupun bahan bakar. Untuk mewujudkan itu, Fauzan berencana membuat peraturan bupati.

a�?Perbupnya nanti akan mewajibkan semua hotel memakai gula hasil produksi masyarakat Lobar,a�? tandasnya.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka