Ketik disini

Metropolis

Anggaran Pilkada Terancam Dipangkas

Bagikan

MATARAM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB masih galau. Penyebabnya, dana pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang diajukan terancam dipangkas. Dana Rp 243 miliar yang diajukan masih terlalu besar dan harus dirasionalisasikan kembali.

Sekretaris KPU NTB Mars Ansori Wijaya mengatakan, KUA-PPAS 2017 belum dibahas. Jadi saat ini KPU masih terus melakukan komunikasi-komunikasi sejauh mana anggaran ini bisa dirasionalisasi terlebih dahulu. Karena ia juga memaklumi Pemprov NTB juga tengah fokus mensukseskan program pembangunan hingga 2018. Dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi misi dan janji pembangunan sangat besar.

a�?Jadi ini harus (tercapai) karena sudah tertuang di dalam RPJMD,a�? kata Ansari saat menemui Ketua TAPD NTB H Rosiady Sayuti, kemarin (4/11).

Sementara, di satu sisi KPU butuh dana besar. Tapi di sisi lain pemerintah juga membutuhkan dana tidak kalah besar untuk mewujudkan program kerja yang sudah direncanakan pemerintah. Tapi bila dipangkas, ia berharap Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berkoordinasi dengan KPU terlebih dahulu. Ia yakin komunikasi tersebut akan dilakukan. a�?Tidak mungkin pemangkasan sepihak,a�? ujarnya.

Ansari menyebutkan, jumlah dana yang diajukan KPU untuk penyelenggaraan Pilgub NTB 2018 sebesar Rp 243 miliar. Dana ini dibagi menjadi dua, tahun 2017 sebesar Rp 23 miliar dan sisanya tahun 2018. KPU diminta melakukan rasionalisasi oleh Pemprov NTB,A� tapi dalam komunikasi yang dilakukan sebelumnya, belum dibahas secara detail poin-poin mana yang harus dirasionalisasi. a�?Jadi belum ketemu dia angka rasionalnya,a�? ujarnya.

Pilgub sendiri akan dilakukan pada Juni 2018. Tapi September 2017 tahapan pemilihan sudah dimulai. Sehingga anggaran juga dibutuhkan untuk membiayai kebutuhan tersebut. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka