Ketik disini

Sportivo

Askab/Askot Terancam Kehilangan Hak Pilih

Bagikan

MATARAM – Sekertaris Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTB Muhazam berikan peringatan kepada Asosiasi Kabupaten dan Asosiasi Kota (Askab/Askot) yang mati suri. Bagi mereka yang Surat Keputusan (SK) Kepengurusan mati akan diberikan sanksi.

Sanksi tegas berupa pencabutan hak pilih (voter) Askab/Askot pada Musyawara Daerah (Musda). Artinya, Askab/Askot tidak berhak memberikan hak suara terhadap calon ketua Asprov PSSI. a�?Aturan itu sesuai dengan statuta PSSI,a�? tegas Muhazam.

Dia mencatat ada beberapa SK Askab/Askot yang sudah kedaluwarsa SK kepengurusannya. Seperti Askab Kabupaten Lombok Utara (KLU), Askab Kota Bima, Askab Sumbawa, dan Askot Mataram. a�?SK mereka semua sudah tidak berlaku lagi,a�? terangnya.

Sementara, dari catatan Asprov PSSI NTB, SK kepengurusan yang berlaku hanya Askab Lombok Tengah, Askab Lombok Barat, dan Askab KSB. a�?SK mereka semua sudah tercatat di Asprov PSSI NTB,a�? jelasnya.

Muhazam menyatakan sepak bola di daerah tidak akan bisa berkembang jika kepengurusan Askab dan Askot tidak hidup. a�?Kepengurusannya tidak jelas. Otomatis, sepak bola juga tidak terurus,a�? ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Askot Mataram Hamdi mengatakan, SK kepengurusan yang dimiliki masih berlaku. Hanya saja, SK tersebut tidak dilaporkan ke Asprov PSSI NTB dikarenakan adanya kisruh. a�?SK kami masih hidup sampai 2018 mendatang,a�? terang Hamdi.

Terkait dengan sanksi yang diberikan oleh Asprov tak membuatnya takut. Karena, beberapa askab/askot juga belum menghidupkan SK kepengurusannya. A�Hal itu dikarenakan, hubungan Askab/Askot dengan Asprov PSSI NTB masih kurang harmonis. (arl/r10)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka