Ketik disini

Headline Politika

Dewan NTB Gak Mau Ketinggalan

Bagikan

MATARAM – Sejumlah anggota DPRD NTB ikut aksi damai di Jakarta, kemarin (4/11). Diantaranya, Nurdin Ranggabarani, Hadi Sulthon, H Hamja, dan H Johan Rosihan. a�?Kami ingin mengawal Ahok,a�? kata Nurdin, kemarin.

Menurutnya, aksi damai ini adalah momen luar biasa. Momen pembelajaran politik bagi Indonesia. Bahwa apabila umat Islam bersatu, maka akan menghasilkan kekuatan A�yang sangat luar biasa.

Tidak hanya itu, kata politisi PPP tersebut, aksi ini sebagai momentum pembelajaran bagi umat Islam itu sendiri. Di mana dalam memilih pemimpin ke depan haruslah yang seiman. A�a�?Umat Islam kalau sudah bersatu sangat besar dan kuat,a�? tegasnya.

Secara pribadi, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas umat Islam sangat besar. Sehingga dia mengajak umat beragama untuk tidak saling melecehkan. a�?Inilah momen kebangkitan kesadaran politik umat Islam,a�? tegasnya.

Sementara, Hamja mengatakan, anggota dewan mendapatkan undangan untuk terlibat dalam aksi damai. Tugas anggota dewan, menurutnya, adalah memenuhi undangan masyarakat. Baik dari konstituen langsung maupun tidak.

Aksi ini, lanjutnya, harus dimaknai sebagai peristiwa penting kebangsaan Indonesia. Tidak boleh ada yang membajak secara sepihak.

a�?Kita berkumpul untuk menyatakan pendapat secara damai dan itu adalah keseharian dari bangsa yang menjunjung demokrasi,a�? terangnya.

Ketua Komisi III DPRD NTB H Johan Rosihan menambahkan, antusiasme umat Islam pada aksi damai bela Alquran sangat luar biasa. Mereka datang dari Sabang sampai Merauke. Tidak hanya dari pejabat eksekutif pusat dan daerah, kalangan DPR RI juga turun ke jalan. a�?Kami bersatu dalam satu isu, ada keadilan dan kedudukan yang sama di depan hukum,a�? ujarnya.

Menurutnya, sebagai pejabat, harus tetap menjaga perkataan supaya tetap baik. Namun patut disyukuri, dalam kemarahannya umat Islam tetap menjaga kedamaian.

a�?Semoga Presiden dan penegak hukum tergerak hatinya, jangan lindungi satu orang dengan mengorbankan perasaan rakyat Indonesia,a�? harapnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka