Ketik disini

Kriminal

Kasus K2 Bima Tetap Diusut

Bagikan

MATARAM – Polda NTB telah menaikkan status kasus pengangkatan CPNS melalui jalur honorer K2 di Bima tingkat penyelidikan. Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB sudah meminta keterangan sejumlah pihak. Termasuk pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bima.

Disamping itu, penyidik juga sudah menggeledah dan mengangkut dokumen-dokumen terkait pengangkatan honorer K2. Kabidhumas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti memastikan penanganan kasus tersebut tetap diusut. Pihaknya sudah meminta keterangan beberapa pihak.

“Kasus itu (K2 Bima) masih jalan,” kata dia.

Ia menegaskan, tidak ada perkara yang didiamkan. Semua tetap diusut dan ditindaklanjuti. Hanya saja, polisi merasa penanganan kasus korupsi butuh waktu. “Kita tangani bertahap,” tegasnya.

Menurutnya, setiap laporan tetap ditindaklanjuti. Jika memang ada unsur tindak pidananya, penyidik akan mengambil langkah selanjutnya. Yakni ke tahap penyidikan. “Kalau ada dua alat bukti, kami akan tingkatkan ke penyidikan,” tegasnya.

Kasus K2 Bima diduga ada indikasi penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. Dari 598 tenaga K2 yang lulus CPNS, terdapat 68 orang yang diduga tidak layak. Hanya saja, puluhan orang itu tetap dipaksakan masuk dalam daftar CPNS yang lolos melalui jalur K2.

SK pertama yang dimiliki 68 orang itu dikeluarkan per 1 Januari 2005. Yakni Tahun 2006 dan 2007. Selain itu, mereka juga tidak memiliki SK tahunan dan SK pembagian tugas.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka