Ketik disini

Kriminal

Polisi Cari Keterlibatan Oknum Lain

Bagikan

MATARAMA�– Polisi terus mendalami kasus dugaan penyimpangan pupuk bersubsidi di Lombok Timur (Lotim). A�Subdit I Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB kini mencari kemungkinan keterlibatan pihak lain, di luar empat tersangka yang telah ditahan.

A�”Keterlibatan oknum lain masih kita pelajari, tapi sejauh ini belum ada terlihat,” kata Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Boyke Karel Wattimena.

Empat tersangka tersebutA� berinisial HTR, 40 tahun, SM, 35 tahun selaku pengecer resmi di Labuhan Haji, serta PH, 54 tahun dan JP, 52 tahun pemilik toko. Terkait proses hukum mereka Boyke mengatakan berkas keempatnya dikembalikan jaksa peneliti dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB.

“Ada petunjuk baru dari jaksa, tapi tidak terlalu rumit,” katanya.

Petunjuk itu, kata Boyke, meminta penyidik untuk menambah keterangan saksi.

A�”Iya hanya minta dari saksi,” tambahnya.

Terkait hal tersebut, Boyke mengaku telah memanggil sejumlah saksi guna memenuhi petunjuk jaksa. Karena itu, dia menargetkan pekan depan, berkas perkara milik empat tersangka, bisa kembali dilimpahkan ke jaksa peneliti.

“Pekan depan kita limpahkan lagi, setelah seluruh petunjuk jaksa rampung,” ujarnya.

Sedikit mengulas, empat tersangka yang ditangkap polisi terindikasi melakukan pelanggaran pidana untuk distribusi pupuk bersubsidi. Aturan penyaluran pupuk yang seharusnya ditujukan kepada petani atau toko dengan izin distribusi resmi, tidak dijalankan.

Dari temuan polisi, HTR dan SM selaku pengecer, sengaja menjual pupuk bersubsidi kepada toko yang tidak memiliki izin resmi. Untuk itu, keduanya disangkakan melanggar Pasal 30 Ayat 2 Jo Pasal 21 Ayat 1 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi. Sedangkan kepada pemilik tokok, yakni PH dan JP, dikenakan Pasal 30 Ayat 3 Jo Pasal 21 Ayat 2, pada peraturan menteri yang sama.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka