Ketik disini

Headline Metropolis

Rinjani Ditutup, Disbudpar Galau

Bagikan

MATARAM – Target kunjungan wisatawan NTB naik dari tiga juta menjadi empat juta hingga 2018. Perubahan ini terjadi setelah dilakukan koreksi terhadap target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB beberapa waktu lalu. a�?Konsekuensinya harus didorong dengan duit dong, tidak bisa hanya dengan fatihah,a�? kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lalu Mohammad Faozal, kemarin (4/11).

A�Ia menyebutkan, dari target tiga juta, yang sudah terealisasi saat ini sebanyak 2,8 juta wisatawan. Dengan semakin berkembangnya dunia pariwisata pemerintah yakin tingkat kunjungan masih bisa didongkrak. Hal ini terlihat dari tingkat hunian hotel yang meningkat, juga kunjungan ke beberapa destinasi pariwisata menunjukkan tren positif. Sehingga pemerintah berani menaikkan target empat juta hingga 2018.

Karena hal ini sudah menjadi komitmen politik, maka konsekuensinya harus didukung dengan anggaran yang memadai. Sebab untuk menggaet wisatawan juga membutuhkan promosi besar-besaran. a�?Tidak mungkin kita diam di sini datangin orang,a�? ujarnya.

Selain itu, destinasi-destinasi wisata yang menjadi tujuan pelancong juga harus dibenahi, termasuk menjaga kondisi lingkungan agar tidak kotor dan sebagainya. Untuk infrastruktur dan sarana pendukung pemerintah sudah mengupayakan sejak tahun 20015-2016, sehingga fasilitas pendukung di setiap objek wisata mulai membaik. Terutama destinasi wisata populer yang menjadi branding NTB.

Sementara untuk pendakian ke Gunung Rinjani, Faozal mengaku sudah bersurat ke Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), isinya meminta agar pintu pendakian dibuka bagi para wisatawan. a�?Saya minta agar dibuka,a�? ujarnya.

Menurutnya, jika pendakian ditutup terus maka tidak baik. Sebab saat ini tidak ada kondisi genting atau letusan. Saat ini status Gunung Barujari di BMKG masih tetap waspada sehingga pintu pendakian tetap ditutup.

Menurutnya dengan kondisi saat ini, Gunung Rinjani sebenarnya sudah aman dari bahaya letusan sehingga tidak perlu khawatir lagi. a�?Harusnya dibuka,a�? pungkasnya. (ili/r7)

 

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka