Ketik disini

Metropolis

Satu Lagi Jasad TKI NTB Teridentifikasi

Bagikan

BATAM – Pencarian korban tenggelamnya kapal angkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih berlanjut. Dalam pencarian di hari kedua dan ketiga, tim gabungan menemukan 36 jenazah. Sehingga total jenazah yang berhasil ditemukan hingga Jumat (4/11) sore 54 korban.

Dari 54 korban yang ditemukan tersebut, terdiri dari 41 jenazah laki-laki, 4 jenazah perempuan dan 2 jenazah anak perempuan.

Sementara dari identifikasi korban yang terus dilakukan. Diketahui, telah teridentifikasi lagi satu TKI asal NTB yang meninggal. Yakni Baharudin dari Desa Moyot Kecamatan Sakra, Lombok Timur. Identifikasi jasad Baharudin menjadikan jumlah korban meninggal asal NTB menjadi enam orang.

Sementara dari keseluruhan korban, hingga tadi malam, sebanyak enam orang masih dinyatakan hilang. Pencarian akan dilakukan kembali tim SAR pada pagi ini.

Kepala Basarnas Kepulauan Riau Abdul Hamid yang terlibat dalam pencarian kemarin mengatakan, enam orang yang belum ditemukan tersebut akan terus dicari.

“Ada 14 armada yang kita turunkan. Mulai dari unsur TNI AL, Kepolisian, TNI AD, KPLP, Imigrasi dan SAR untuk melaksanakan pencarian korban yang belum ditemukan,” katanya.

Lebih lanjut Hamid menjelaskan kesulitan dalam lakukan evakuasi terhadap korban terbentur pada data jumlah penumpang yang tidak pasti. a�?Tapi sekarang patokan kita jumlah pertama 101 orang dari yang selamat,” ujarnya.

Sementara itu, dihadirkannya Dodi yang merupakan salah satu ABK yang selamat bertujuan untuk meminta Dodi menunjukkan posisi pasti tenggelamnya kapal, agar memudahkan pencarian bangkai kapal.

“Dia memberikan posisi pasti untuk menindak lanjuti pencarian bangkai kapal. Sekarang (kemarin, red) masih dilakukan pencarian. Posisi tenggelamnya, 700 meter sebelum pantai Tanjung Memban,” jelasnya.

Selain untuk mengetahui keberadaan bangkai kapal, dihadirkannya Dodi dalam proses pencarian juga diharapkan dapat membantu evakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam bangkai kapal.

“Kita berusaha mencari bangkai kapal, kemudian ditindak lanjuti dengan penyelaman, kalau diduga (korban) terjebak di bangkai kapal,” imbuhnya. (JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka