Ketik disini

Metropolis

Teddy Temui Sekda, Ada Apa?

Bagikan

MATARAM a�� General Manager (GM) Mataram Mall Teddy Saputra tiba-tiba saja muncul di kantor Wali Kota Mataram, sekitar pukul 10.00 Wita, kemarin (4/10). Tanpa bicara banyak, Teddy terlihat masuk ke ruang sekda.

Kedatangan Teddy, diduga terkait dengan memanasnya komunikasi antara pemerintah kota dengan pihak PT Pasific Cilinaya Fantasy (PCF) yang menaungi Mataram Mall. Ini menyusul, sikap pemkot yang mengancam memutuskan kontrak kerja. Jika terbukti PT PCF wanprestasi terhadap klausul perjanjian kerja sama selama ini.

Langkah tegas pemkot dibuktikan dengan membentuk Tim Evaluasi Kerjasama. Tim itu terdiri dari empat orang akademisi yang akan ditugaskan mencari fakta-fakta kepatuhan terhadap klausul kerja sama.

Usai pertemuan, Teddy mengatakan, kedatangannya ke ruang sekda hanya untuk menyamakan persepsi terkait persolan saat ini. a�?Tapi kami akan diundang lagi sama pemkot untuk membahas ini,a�? kata Teddy.

Ia menegaskan, tidak ada pembahasan spesifik dalam pertemuan itu. Termasuk soal adendum. Karena dalam perspektifnya, adendum memang tidak perlu dilakukan perubahan. Sementara terkait permintaan pemerintah untuk menaikan royalti Mataram Mall, memang harus ada pembahasan kembali.

a�?Bukan untuk bahas perubahan adendum, itu tidak ada masalah,a�? klaimnya.

Teddy juga enggan mengonfirmasi, apakah besarnya royalti saat ini akan dipertahankan atau mengikuti kemauan pemerintah kota. Ia hanya mengatakan pihaknya, belum menentukan sikap. Hal ini, guna menghindari kesimpang-siuran.

a�?Di pertemuan berikutnya yang kita bahas juga seputar royalti saja,a�? tegasnya.

Ia menyebut, pihaknya siap melakukan penghitungan ulang. Melibatkan semua aspek variabel untuk menilai apakah layak dilakukan perubahan atas besaran royalti yang dibayar.

Teddy juga terlihat santai menanggapi ancaman pemkot yang berencana memutus kontrak kerja, jika terbukti wanprestasi. Pasalnya, dalam klausul kerja sama pasal 5, jelas disebutkan perjanjian berlangsung selama 30 tahun. Tanggal berakhirnya yakni 11 Juli tahun 2026.

a�?Wanprestasi bagaimana, di mana (kami wanprestasi)?, disini (perjanjian) juga tidak dibahas tentang itu. Kecuali kalau kami tidak bayar kontrak baru (wanprestasi). Tapi kami bayar kok,a�? kilahnya.

Sementara terkait temuan BPKP tentang adanya kekurangan pembayaran royalti Mataram Mall, sebesar Rp 225 juta, Teddy memastikan tidak ada persoalan. Bukti-bukti pembayaran telah diserahkan ke BPKAD Kota Mataram.

a�?Bisa dikonfirmasi ke BPKAD, kami sudah lunasi semua. Tidak ada masalah,a�? tegasnya.

Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengaku pertemuan tersebut, tidak berlangsung lama. Alasannya, meski pihak PT PCF berupaya mempersentasikan posisi mereka saat ini, Eko mengaku tidak bisa mengambil sikap apapun.

a�?Karena itu, kita jadwal ulang pertemuan. Ini kan belum ada kesepakatan soal adendum dan royalti,a�? terang Eko.

Lebih lanjut dalam pertemuan nanti, baik pemkot dan PT PCF akan menjelaskan dalam sudut pandang tim ahli masing-masing. Mencari titik temu, besaran royalti Mataram Mall. Dewan juga akan dilibatkan, supaya penetapan hasil lebih transparan.

a�?Kami tidak mau ada yang ditutup-tutupi, sebab itu bisa menimbulkan risiko hukum,a�? tandasnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka