Ketik disini

Headline KESEHATAN

Diare, Pembunuh Balita Nomor Satu di Indonesia

Bagikan

DIARE? Mencret? Kata-kata yang tidak lepas dari kehidupan kita sehar-hari. Pasalnya, semua kita dari bayi hingga tua pasti akan mengalami kasus yang satu ini. Diare akan terjadi sepanjang perjalanan hidup kita.

Akan tetapi, kewaspadaan yang paling tinggi ada pada anak-anak, khususnya balita. Hal ini dikarenakan anak-anak, khususnya balita belum bisa mengungkapkan perasaan sakit yang dialami dengan jelas. Selain itu juga, kebanyakan orang tua khususnya yang tinggal di desa memuasakan anaknya yang diare, padahal kebutuhan nutrisi saat diare merupakan langkah awal kesembuhan anak.

Diare, merupakan suatu keadaan ketika didapatkan berak cair yang dapat disertai dengan lendir atau darah, serta frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari. Diare pada anak-anak lebih sering disebabkan karena infeksi virus. Infeksi ini dapat berasal dari makanan yang tidak sehat, kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan, dan juga akibat sanitasi yang tidak baik.

Di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian dan kesakitan tertinggi pada anak. Terutama pada anak usia di bawah lima tahun. Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan diare kian berkembang pada anak-anak. Seperti tidak mendapat ASI sampai usia 6 bulan, penggunaan botol susu yang tidak dicuci bersih, dan pembuangan BAB yang tidak higienis.

Anak-anak yang menderita diare akan mengalami gejala yang khas namun sering diabaikan, yaitu dehidrasi. Dehidrasi ini dapat dterjadi karena pengeluaran cairan yang terlalu banyak karena diare.

Dehidrasi ini bisa digunakan sebagai tolok ukur dalam melihat keparahan diare. Adapun derajat dehidrasi : 1) Tanpa dehidrasi: biasanya ditandai dengan keadaan umum yang masih baik, mata tidak cekung, mulut masih terlihat basah, minum masih normal, dan cubitan kulit kembali cepat. 2) Dehidrasi ringan-sedang: gejala ini ditandai dengan keadaan yang gelisah, dan rewel, mata yang terlihat cekung, air mata kering, mulut kering, dan cubitan kulit kembali lambat. 3). Dehidrasi berat: biasanya ditandai dengan kesadaran anak yang mulai menurun, mata yang sangat cekung, air mata yang tidak ada ketika menangis, mulut sangat kering, tidak bisa minum, dan cubitan kulit kembali sangat lambat.

Dengan mengenali tanda-tanda dehidrasi yang sering terabaikan ini, maka secara tidak langsung kita telah menyelamatkan satu nyawa anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan anaknya ketika diare.

Apabila gejala dehidrasi sudah dikenali, maka ibu juga perlu melakukan tata laksana awal bagi anak. Dinas Kesehatan RI menyebutkan bahwa tata laksana awal diare adalah dengan memberikan oralit yang sesuai aturan kepada anak. Penting untuk diingat bahwa tata laksana awal diare adalah bukan dengan memberikan antibiotik pada anak. Pemberian antibiotik hanya akan memperberat keadaan diare pada anak. Hal ini terjadi akibat adanya gangguan ekologi pada usus dan dapat menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik.

Menurut rekomendasi WHO terdapat lima langkah tuntaskan diare. Kelima langkah itu adalah adalah. 1)Rehidrasi atau berikan oralit. 2). Berikan nutrisi termasuk melanjutkan pemberian ASI. 3). Berikan antibiotik apabila terdapat darah pada berak. 4). Berikan suplementasi Zinc selama 10-14 hari. 5) Berikan edukasi pada orang tua.

Pemberian oralit ini akan diedukasikan kepada ibu, agar ibu mandiri melakukannya di rumah terutama bagi pasien yang jauh dari fasilitas kesehatan. Pada pemberan nutrisi, makanan berfungsi untuk memperbaiki penyerapan usus, mempercebat penyembuhan diare, dan memelihara dan memperbaiki nutrisi. Untuk pemberian antibiotik hanya dilakukan apabila terdapat diare berdarah, atau curiga muntaber.

Selain itu, hal yang paling penting diberikan adalah suplemen Zinc. Penting untuk diketahui oleh orang tua bahwa walaupun diare sudah sembuh namun pemberian suplemen zinc harus tetap dilanjutkan. Dosis yang digunakan adalah setengah tablet untuk usia kurang dari 6 bulan, dan 1 tablet untuk usia lebih dari 6 bulan.

Oleh karena itu, ketika mendapati anak diare, segera berikan oralit jika tersedia di rumah dengan aturan yang sesuai. Jika keadaan dehidrasi sudah terlihat, segera rujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu juga, hal yang perlu diingat adalah tidak perlu memberikan antibiotik jika tidak ada muntaber dan diare berdarah, tetap memberikan makan/nutrisi, dan mengonsumsi suplemen zinc untuk pencegahan. (r8)

Komentar

Komentar