Ketik disini

Headline Metropolis

Yang Doyan “Duren”, Merapat!

Bagikan

Duda keren alias Duren mempunyai daya tarik tersendiri. Bahkan, bagi sebagian wanita, duren lebih menarik di banding pria lajang. Benarkah?

***

Tubuh kekar. Berotot. Tampang Macho. Ada kalung melilit di lehernya. Baju sampai celana jeans. Bahkan bolong-bolong. Lalu, naik Moge, alias Motor Gede. Hidup mapan, bahkan standar ekonomi menengah ke atas. Rasa-rasanya sulit wanita menghindari pesona dia.

Apalagi, jika tahu ia sosok pekerja keras. Punya pendirian teguh dan sangat idealis. Tidak kalah pentingnya juga, ia pecinta wanita. Dialah, H Masbuhin.

“Istri saya meninggal dunia, kami berpisah bukan karena retak hubungan rumah tangga. Tapi takdir dari Sang Kuasa,a�? kata Masbuhin yang juga Ketua LSM Galang Bulan.

Namun yang tak kalah misterius dari penampilan Masbuhin, ia kerap memakai peci putih. Rupanya, itu punya makna filosofi sendiri bagi dia. Jujur ia tak menampik. Gelora, dan semangat mudanya, masih kuat menggelora. Jiwa, tak mau terikat dan ingin terbang bak burung elang di angkasa, membuat Masabuhin mengekpresikan diri melalui penampilan trendy.

a�?Tetapi peci putih ini sebagai pengingat, buat diri saya pribadi sebebas-bebasnya saya mengekspresikan diri, saya harus pastikan itu masih dalam batas-batas ajaran agama,a�? imbuhnya mantap.

Masbuhin, sosok High Quality Duren. Alias Duda Keren. Bahkan, karena prinspinya yang teguh, harus tetap syara��i, maka kayaknya tak berlebihan jika menambahi predikat untuknya. Duren Islami. Ini bukan hanya, retorika. Saat koran ini, hendak mewawancarai, refleks saat Azan Magrib berkumandang, ia mengajak salat lebih dahulu.

a�?Kita salat dulu,a�? ajaknya dengan suara yang sejuk.

Pria yang kini sibuk dengan riset dan pengembangan tanaman hidroponik perkotaan ini mengaku sangat suka melakukan petualangan rohani. Tanpa bermaksud riyaa��, ia menuturkan manfaat mendekatkan diri lebih intens pada Sang Maha Kuasa. Diantaranya adalah, memberi ketenangan hati, saat hiruk-pikuk persoalan dunia banyak mendera.

“Kerap saya jalan-jalan pakai moge, ke beberapa tempat. Salah satunya Mabagik (Lombok Timur) hanya buat salat magrib, lalu isyaa�� di tempat lain,a�? tuturnya.

Salat di berbagai masjid, memberi nuansa relaksasi berbeda. Di samping, rasa berserah diri, menikmati luas dan besar karunia Sang Pencipta di muka bumi. Bahkan, untuk memantapkan dan lebih menyejukan hati, Masbuhin tak lupa menutup malam dengan memperbanyak zikir.

“Manusia tempat salah dan lupa, tak terkecuali saya. Terlalu banyak kebodohan dan kelemahan diri. Saya fikir, inilah cara terbaik yang diajarkan para alim ulama, membersihkan jiwa,a�? ujarnya, mantap.

Lantas, tidakkah terfikir ia ingin melepas masa dudanya?

“Masih belum terfikir saat ini. Saya ingin fokus pada anak-anak dulu,a�? kata Masbuhin.

Baginya, ini yang jadi prioritasnya saat ini. Sosok istri tercintanya juga masih membayangi dirinya. Ia ingin menuntaskan pesan mendiang sang istri. Menjaga dan menjamin pendidikan dua putrinya, hingga memiliki keluarga masing-masing.

a�?Satu alhamdulillah, sudah bekerja di sebuah perusahaan asing. Satu lagi, masih menempuh pendidikan S1 di Unram,a�? terang dia.

Sebenarnya, anak-anaknya juga sudah meminta agar ia mau melepas masa dudanya. Tapi Masbuhin, mengaku masih fikir-fikir. Beberapa waktu lalu, ia memang sempat menjalin hubungan serius dengan seorang wanita. Hanya saja, karena ada perbedaan prinsip, Masbuhin urung melanjutkan ke jenjang pernikahan.

a�?Teman-teman bahkan ada yang membully, tapi saya cuek saja,a�? ungkapnya. Lalu terkekeh.

Namun, Masbuhin mengaku tak mau melajang hingga tua. Ia harus memenuhi permintaan kedua putrinya. Sebab, tidak mungkin seterusnya mengurusi hidupnya. Ia butuh seorang wanita yang siap bersama, menjalani sisa hidup dengan setiap di masa tua. a�?Tetap saya ikhitiar,a�? tandasnya.

Di tempat terpisah, Sarah Anjani mengaku, meski pernah menikah, duda keren alias ‘duren’ memiliki pesona yang tak kalah dengan pria lajang. Terlebih lagi mereka memiliki karir cemerlang. Wanita mana yang tak akan tergila-gila.

Banyak hal yang membuat duda terlihat menarik. Bukan hanya sekedar dari segi ekonomi. Sebab tak selamanya wanita membutuhkan pria dari segi materi.

Wanita 27 tahun itu mengatakan, duda memiliki daya tarik tersendiri di matanya. Banyak hal yang membuatnya memilih jatuh cinta pada duda.

Selain wajah dan karir cemerlang, duda jauh lebih dewasa dan matang dari segi psikologisnya. Bagi sarah, duda terlihat lebih sabar. Hal ini dikarenakan duda sudah banyak makan asam garam kehidupan berumah tangga.

Pengalaman tersebut membuat mereka akan berusaha sebaik mungkin dalam menjalani hubungan dengan pasangan. Pengalaman pahit rumah tangga menjadi pelajaran penting baginya.

Selain itu, duda juga cenderung lebih mengalah dengan pasangannya. “Jadi pria tersebut jauh lebih dewasa dan sabar menuntun kita untuk lebih baik ,” tuturnya.

Di banding dengan pria lajang, duda cenderung lebih perhatian pada pasangannya. Pria duda jauh lebih mesra saat menjalin hubungan.

Dalam berinteraksi sehari- hari, wanita akan sangat dimanjakan. Mereka akan memperhatikan setiap hal kecil dari pasangannya. Di samping itu, mereka juga lebih menerima keadaan wanitanya.

Lanjut Sarah, duda tidak takut pada komitmen. Pria pada umumnya benci untuk menjalani komitmen. Namun bagi mereka yang pernah menikah, ada pengecualian. Fakta bahwa ia menikah di masa lalu, menyatakan bahwa mereka bersedia untuk melakukannya di masa depan juga. “Mereka tidak akan segan untuk datang melamar,” akunya.

Ia menambahkan, pria lajangA� mungkin lebih ceroboh dalam menjalin hubungan. Namun tidak bagi seorang pria yang telah bercerai. Mereka cenderung lebih berhati-hati dengan hubungan barunya. Hal itu dikarenakan tidak ada orang yang ingin gagal lagi. Mereka tak ingin mengalami perpisahan dan lebih banyak penderitaan dalam hidup. “Duren itu memang menarik,” tandasnya. (zad/fer/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka