Ketik disini

Headline Praya

Lima Jenazah TKI Pulang

Bagikan

PRAYAA�– Lima peti jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Tengah dan Lombok Timur, tiba di Lombok International Airport, tadi malam. Mereka adalah, korban kapal tenggelam di Batam. Kelimanya disambut tangis keluarga. Mereka berduka.

Kelima peti jenazah itu tiba di Lombok International Airport pukul 18.50 Wita dengan penerbangan Garuda GA440 dari Jakarta. Lima jenasah itu adalah Rukmin warga Dusun Wage Desa Batujai, Praya Barat. Kemudian, Makhrun, Zaenab dan Aisyah warga Dusun Tanak Embang Daye Desa Selebung, Batukliang dan terakhir Ating Fatmawati warga Lotim.

a�?Ini yang sementara baru teridentifikasi,a�? kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB H Wildan, tadi malam (5/11) di area kargo bandara.

Sebenarnya, kata Wildan ada satu jenazah lagi. Namun, ditunda pemulangannya untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut. Total TKI yang meninggal, akibat musibah di perairan Batam itu sendiri mencapai 54 orang. Sebanyak 12 orang di antaranya sudah teridentifikasi.

a�?Mudah-mudahan dari 54 orang itu, tidak ada lagi warga kita,a�? kata Wildan didampingi Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik dan Kepala BP3TKI NTB Muharram Ashadi.

Sementara TKI NTB yang selamat, kata Wildah sebanyak 25 orang. Pemerintah provinsi pun, sedang mengurus proses pemulangan. Termasuk, rencana bantuan yang siap digelontorkan, baik yang meninggal dunia maupun yang selamat. Seluruh proses pemulangan itu semua, ditanggung pemerintah.

Kendati demikian, pihaknya mengaku belum mengetahui secara rinci, bentuk bantuan apa yang akan diberikan kepada mereka. a�?Insya Allah, dari arahan Pak Gubernur, mereka akan diberi santunan uang,a�? sambung Kepala Dinsos NTB Ahsanul Khalid.

Mengenai berapa besaran santunan yang dimaksud, pihaknya lagi-lagi belum mengetahui. Yang pasti, kata Ahsanul provinsi ikut prihatin atas musibah yang terjadi. Atas dasar itulah, pemerintah membiayayai pemulangan mereka dari Batam, menuju Jakarta, hingga ke LIA dan ke rumah masing-masing, tidak dipungut biaya sedikit pun.

a�?Kalau ada yang menarik biaya, siapa pun itu. Tolong sampaikan ke kami. Karena, ini semua gratis,a�? cetus Kepala BP3TKI NTB Muharram Ashadi.

Lebih lanjut, pihaknya meminta agar warga yang ingin menjadi TKI ke luar negeri, untuk memerhatikan prosedur keberangkatannya masing-masing. Sebaiknya, tidak melalui tekong atau calo alias jalur illegal. Kasus yang menimpa sejumlah TKI saat ini, katanya harus menjadi pelajaran, karena mereka berangkat secara tidak prosedural.

Jika berbicara penegakan aturan, kata Ashadi sebenarnya pemerintah tidak boleh memberikan santunan apa-apa kepada mereka. Namun, karena murni musibah, maka mau tidak mau pemerintah harus turun tangan. a�?Mohon ini dijadikan pelajaran bagi kita semua,a�? katanya.

Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Migran Loteng Abdul Kasim menekankan, mau legal atau illegal pemerintah tetap berkewajiban melindungi warga negaranya. Dengan cara, menyiapkan santunan kepada mereka. Tidak saja provinsi, tapi Pemkab Loteng juga harus menyiapkan. Bukan sebaliknya, berdiam diri saja.

Pantaun Lombok Post, beberapa perwakilan keluarga korban ikut menjemput peti jenazah, di area kargo bandara. Suasana duka tidak bisa terbendung lagi. Apalagi, keluarga Amaq Mukminah warga Dusun Tanak Embang Daye Desa Selebung, Batukliang yang menerima tiga peti jenazah sekaligus. Sementara itu, cucunya atas nama Atun, hingga kini belum diketahui kapan dipulangkan.

a�?Saat ini, kami masih menunggu peti jenazah di rumah duka saja. Mohon doanya,a�? kata keluarga Amaq Mukminah, Slamet melalui telepon genggamnya.

Duka mendalam juga, dialami keluarga Rukmin warga Dusun Wage Desa Batujai, Praya Barat. Begitu peti jenazah tiba di jalan bypass bandara, warga langsung berkerumun. Mereka saling berebut untuk mengangkat peti jenazah. Isak tangin pun terpecah. Apalagi, anak dan cucunya.

Mereka tidak menyangka, perempuan 39 tahun itu pulang tinggal nama. Beberapa keluarga yang menyaksikan, ada yang pingsan. Apalagi, saat peti jenazah dibuka. Keluarga terdekat pun memutuskan, untuk mengecek jasad korban, setelah dianggap lengkap, korban dibawa ke pemakaman umum Dusun Wage.

a�?Karena mayat kakak saya ini sudah berhari-hari, maka kami sekeluarga memutuskan langsung dimakamkan,a�? kata Sahirman adik kandung korban.

Ia menceritakan, seluruh keluarga tidak pernah memiliki firasat apa-apa. Kecuali, korban sempat menghubungi keluarga melalui telepon genggam. Lalu, menyampaikan pesan ada uang 1.000 ringgit yang sengaja disimpan di dalam saku baju. Uang itu, menjadi tanda jika terjadi apa-apa. a�?Kata kakak saya itu,a�? ujarnya sembari menundukkan kepala.

Rukmin sendiri, kata Sahirman baru 10 bulan di Malaysia. Ia memutuskan pulang ke Lombok, karena kondisi kurang sehat. Ini keberangkatannya yang kedua. Sebelumnya pernah ke Malaysia pada 2013 lalu. Keberangkatan terakhir, difasilitasi salah satu tekong asal Kota Mataram. a�?Kami sekeluarga sudah ikhlas melepas almarhumah,a�? ujarnya. (dss/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka