Ketik disini

Praya

Enam Sekdes Dapat Durian Runtuh

Bagikan

PRAYA – Naiknya status sejumlah Kepala Desa (Kades) di Lombok Tengah (Loteng), sebagai tersangka dalam sejumlah kasus dugaan korupsi membawa berkah tersendiri bagi para Sekretaris Desa (Sekdes) setempat. Para sekdes ini secara otomatis menjadi pelaksana tugas (Plt) kades. Ada enam desa yang menjalankan kebijakan tersebut.a�?Mohon belajarlah dari kesalahan yang terjadi di desa-desa yang dimaksud,a�? kata kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Loteng Lalu Haris Munandar, kemarin(6/11).

Ke enam desa tersebut yaitu, Desa Tumpak, Landah, Lekor, Mujur, Lajut dan Desa Menemeng. Kini para kadesnya, kata Haris ada yang sudah divonis pengadilan sedang menjalani hukuman penjara dan sedang dalam proses hukum.

Mereka itu, terang Haris masih memegang surat keputusan (SK) pemberhentian sementara sebagai kades. Belum sampai pemberhentian permanen. Kebijakan itu dilakukan, karena mereka rata-rata mengajukan banding. a�?Kita tunggu saja perkembangan hukum mereka,a�? katanya.

Setiap SK yang diterbitkan, kata Haris ditandatangani langsung Bupati HM Suhaili FT. SK digodok sedemikian rupa di bagian Hukum Setda Loteng. Keputusan yang diambil, sesuai surat tembusan yang disampaikan jaksa, kepolisian maupun pengadilan. a�?Kami minta, sekdes yang menjabat sebagai Plt. Kades untuk menjalankan tugasnya dengan baik,a�? serunya.

Di tahun 2017 mendatang, pihaknya akan mendorong seluruh desa, untuk menerapkan pengelolaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD), berbasis sistem keuangan desa (Siskeudes). Termasuk, memanfaatkan Tim Pengawal dan Pengaman Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D).

a�?Ketika jaksa meminta kami melakukan audit, belum tentu hasilnya kami kembalikan lagi ke mereka. Itu bagian dari pengendalian internal,a�? kata Inspektur Inspektorat Loteng Lalu Aswatara, singkat.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka