Ketik disini

Praya

Loteng Darurat Pencabulan Anak

Bagikan

PRAYA – Sederetan kasus pencabulan anak di bawah umur, di Lombok Tengah (Loteng) seolah menjadi cerita biasa saja. Komisi IV DPRD setempat menilai kasus ini mengkhawatirkan. Apalagi para predator anak ada dimana-mana.

a�?Loteng sudah menjadi darurat pencabulan. Mohon anak-anak kita dijaga dan diawasi,a�? kata Anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Supli, kemarin(6/11).

Dari data yang dihimpun Lombok Post, total kasus pencabulan anak di Gumi Tatas Tuhu Trasna sejak Januari-November ini, mencapai 11. Dengan kata lain rata-rata satu kasus per bulan. Terakhir, menimpa bocah yang baru duduk di bangku sekolah dasar (SD) di Lingkungan Tiwu Asem Kelurahan Renteng, Praya. Parahnya lagi, terduga pelakunya adalah rekannya seorang pelajar SMP.

a�?Dari data dan analisa kami, rata-rata korban pencabulan itu, akibat hubungan keluarga yang tidak harmonis,a�? kata politisi PKS tersebut.

A�Kondisi itu pun diperparah lagi, kata Supli sekolah dan lingkungan cendrung tidak peduli. Tidak ada upaya meminimalisir persoalan yang terjadi. Dengan cara, ikut mengawasi dan membimbing mereka. a�?Kemarin (Jumat) saya sudah mendatangi Dinas Dikpora Loteng. Pembicaraannya menyangkut dugaan pencabulan yang melibatkan korban anak SD itu,a�? bebernya.

Ia meminta, permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara cepat. Kendati demikian, hukum tetap berjalan kepada siapa pun yang melanggar. Khususnya, mereka yang menyandang sebagai predator anak. a�?Yang pasti, dugaan pencabulan anak di bawah umur di daerah kita tercinta ini, mulai marak,a�? sindirnya.

Namun, persoalan itu, menurut Supli bukan kesalahan kebijakan pemerintah. Melainkan, kondisi sosiologis masyarakatnya. Kendati demikian, Badan pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana (BP2KB) setempat, diminta lebih aktif melaksanakan program kerjanya.

a�?Memang keterlibatan aktif orang tua dan sekolah sangat kita harapkan. Ingat, di luar sana banyak predator anak yang mengintai,a�? kata Kepala BP2KB Loteng H Omdah, singkat.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka