Ketik disini

Praya

Peti Jenazah Dibuka, Keluarga Histeris dan Pingsan

Bagikan

Tangis keluarga dan kerabat tak terbendung ketika peti jenazah Rukmin, warga Dusun Wage Desa Batujai, Praya Barat Lombok Tengah (Loteng) tiba di kediaman. Mereka histeris bahkan sebagian lainnya hingga tak sadarkan diri.

***

SABTU, (5/11) malam kemarin sekitar pukul 20.15 Wita, peti jenazah perempuan 39 tahun itu, tiba di jalan baypas bandara. Tepatnya, dekat dengan bendungan Batujai. Jenazah Rukmin, merupakan satu dari lima peti jenazah yang dipulangkan pemerintah dari Batam, menuju Lombok International Airport (LIA).

Mereka adalah, Rukmin. Kemudian, Makhrun, Zaenab dan Aisyah warga Dusun Tanak Embang Daye Desa Selebung, Batukliang dan Ating Fatmawati warga Lombok Timur (Lotim). Mereka tiba di LIA pukul 18.50 Wita,A� menggunakan Garuda GA440 dari Jakarta setelah sebelumnya diangkut maskapai yang sama dari Batam.

Kedatangan lima peti jenazah itu, disambut pejabat provinsi meliputi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB H Wildan, Kepala Dinas Sosial NTB Ahsanul Khalik dan Kepala BP3TKI NTB Muharram Ashadi. Lalu, Kepala Dinas Sosnakertran Loteng HM Nazili dan Ketua Serikat Buruh Migran Loteng Abdul Kasim.

Secara beriringan, lima peti jenazah itu dibawa ke rumah masing-masing, dikawal aparat kepolisian dan TNI. Yang paling terdekat yaitu, kediaman Rukmin. Begitu suara serine mobil ambulan terdengar dari kejauhan, warga mulai berdatangan. Mereka ingin melihat langsung peti jenazah, sang pahlawan devisa.

Isak tangis histerisA� kerabat terpecah. Mereka tidak bisa menahan kesedihan. Sembari membacakan ayat-ayat Alquran, peti jenazah pun dibawa menuju rumah duka. Jaraknya dari jalan raya sekitar 50 meter. Di rumah duka, sanak keluarga sudah menunggu. Lagi-lagi, mereka tidak bisa menahan air mata, begitu melihat ibu tercintanya, pulang tak bernyawa.

Sebelumnya mereka megaku tidak punya firasat buruk tentang peristiwa tragis itu. Namun, itulah kehendak Sang Maha Pencipta. a�?Kami ikhlas kakak kami tercinta ini, pergi untuk selama-lamanya,a�? ujar adik kandung korban, Sahirman sambil menundukkan kepala.

Sejumlah keluarga lainnya berusaha tabah dan menahan tagis. Namun, ada pula yang sampai pingsan. Mereka tidak menyangka, Rukmin ikut dalam rombongan TKI dari Malaysia dalam kapal nahas yang tenggelam di perairan Batam, Kepulauan Riau tersebut.

Padahal, kata Sahirman kakak tercintanya sempat menghubungi keluarga melalui telepon genggam. Ia memang akan pulang ke Lombok, karena alasan kesehatan. Konon, Rukmi sudah menyerahkan uang sebesar 230 ringgit ke majikannya, untuk dibelikan tiket pesawat. Namun, faktanya justru berbeda.

a�?Kami pun tidak tahu, apakah kakak kami tercinta ini jalan melalui jalur legal atau illegal. Yang pasti, dia berangkat melalui perusahaan di Mataram,a�? ujarnya.

Dalam kesempatan itu, keluarga memutuskan untuk membuka peti jenazah, guna memastikan benar atau tidaknya korban yang dimaksud. Begitu dianggap lengkap, keluarga pun membawa jazanah ke pemakaman umum Dusun Wage. Malam itu juga, korban dimakamkan. Korban meninggalkan, empat orang anak dan dua cucu. a�?Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,a�? ujar Sahirman.(Dedi Shopan Shopian a�� Praya/Bersambung/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka