Ketik disini

Bima - Dompu Headline

PLTU Bonto Mangkrak Enam Tahun

Bagikan

KOTA BIMA – Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) yang berada di Bonto Desa Kolo Kecamatan Asakota seakan tak ada akhir.Pembangunan yang dimulai sejak 2010 silam ini, hingga kini tak kunjung tuntas. Satu per satu perusahaan datang dan pergi, tanpa ada kejelasan kapan dituntaskan.

Bagaimana kondisi terakhir PLTU Bonto ?

Radar Tambora A�(Lombok Post Group) mencoba menyambanginya, Sabtu (5/11). Sayangnya, ketika wartawan meminta izin meliput tidak diberikan oleh penjaga proyek. “Sudah tidak ada perusahaan yang kerja. Anda tidak boleh masuk,” jawab seorang laki-laki dengan singkat dan tanpa senyum saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Julkifli, warga Desa Bonto Kelurahan Kolo menilai pengerjaan pembangunan PLTU seperti lingkaran setan yang tak kunjung terurai. Sebagai warga setempat, Julkifli mengaku mengetahui persis keluar masuknya perusahaan yang mengerjakan mega proyek tersebut.

“Pengerjaan PLTU itu seperti lingkaran setan, tidak tahu kapan tuntasnya. Semuanya sama saja, sejak lima tahun lalu tidak tuntas,” ujarnya.

Nilai tender pembangunan PLTU terbilang fantastis, yakni Rp 260 miliar. Dengan kapasitas 2X10 mega watt (MW), diharapkan pasokan listrik untuk wilayah Dompu dan Bima terpenuhi. Namun sayang, solusi tersebut justru tak kunjung tuntas dikerjakan.

Untuk pembangunan pembangkit milik PT PLN ini dimenangkan oleh konsorsium tiga perusahaan, yang tergabung pada PT Modako, PT Kelsri dan PT Angkasa Buana. Dari tiga perusahaan tersebut, hanya PT Modako yang eksis saat itu. Sedangkan dua lainnya tak ada kabar.

Tidak ada alasan yang jelas kenapa pengerjaan proyek ini tak kunjung tuntas. Kekurangan dana, disebut-sebut sebagai penyebab utama mangkraknya pengerjaan proyek oleh pihak ketiga tersebut.

Anggota DPR RI Kurtubi yang ditemui saat A�berkunjung ke Kota Bima mengatakan, mangkraknya pembangunan PLTU sudah menjadi atensinya sejak lama. Namun ia juga tidak mengetahui secara pasti penyebab utamanya.

“Karena ada warga yang sudah bicara, saya jadi memiliki bahan laporan,” katanya.

Politisi Partai Nasdem ini berjanji akan memperjuangkan kelanjutan pembangunan PLTU Bonto. PLTU tersebut menjadi solusi sejumlah persoalan yang mencuat. Seperti dampak pencemaran solar oleh PLTD Bima yang terletak di lingkungan Lewirowa. Jika PLTU aktif, maka PLTD tidak perlu diaktifkan lagi.

“Saya akan memperjuangkannya di pusat,” janjinya.

Kurtubi menambahkan, pembangunan pembangkit tenaga listrik bukan hal yang mudah. Selain menelan anggaran yang besar, juga waktu yang bertahun-tahun. Untuk itu, Kurtubi meminta masyarakat untuk bersabar dan menjaga kondusifitas daerah. (cr-tin/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka